RADAR MALANG – Pneumonia merupakan infeksi pada kantung udara (alveoli) di paru-paru yang menyebabkan peradangan. Kondisi ini membuat alveoli tersebut dipenuhi oleh cairan atau nanah sehingga membuat penderita kesulitan bernapas.
Melansir dari alodokter dan halodoc, pneumonia ditandai dengan batuk berdahak, sesak napas, menggigil, dan demam. Kondisi ini dipengaruhi oleh adanya infeksi virus, bakteri, atau jamur.
Pneumonia dapat menular melalui percikan air liur saat penderita batuk, bersin, atau berbicara. Kuman ini juga dapat masuk ke dalam tubuh apabila tidak sengaja menyentuh mata atau hidung dengan tangan yang tidak bersih setelah memegang benda yang terpapar bakteri.
Baca Juga: Mengenal Thalasemia, Penyakit Kelainan Genetik yang Picu Komplikasi Serius
Adapun bakteri, virus, dan jamur penyebab pneumonia, di antaranya:
Bakteri: Streptococus pneumoniae, mycoplasma pneumoniae, chlamydophila pneumoniae, dan legionella pneumophila.
Virus: Rhinovirus, virus corona, virus influenza, human metapneumovirus, dan respiratory syncytial virus.
Jamur: Pneumocystis jorovecil, coccidioidomycosis, histoplasmosis, dan cryptococcus.
Baca Juga: Jangan Diabaikan! Ini Penyebab dan Gejala Alzheimer pada Lansia
Perlu diketahui bahwa pneumonia dapat menyerang segala usia, tetapi terdapat kondisi seseorang yang meningkatkan risiko terjadinya pneumonia, yakni:
- Lansia berumur 65 tahun lebih.
- Anak di bawah umur 2 tahun.
- Seseorang yang memiliki kekebalan tubuh lemah.
- Penderita penyakit paru obstruktif kronis, asma, diabetes, penyakit jantung, atau gangguan ginjal kronis.
- Perokok aktif dan pasif.
- Seseorang yang kekurangan nutrisi.
- Tinggal di lingkungan yang tidak bersih.
- Pecandu alkohol atau pengguna narkoba.
- Pasien yang sedang menjalani cuci darah.
Baca Juga: Mengenal Penyakit Hepatitis A hingga E, Ini Perbedaan Gejala yang Wajib Diketahui
Sementara itu, penderita pneumonia akan mengalami sejumlah gejala, seperti demam tinggi, berkeringat, menggigil, sesak napas, sakit kepala, denyut jantung cepat, mual, muntah, diare, nyeri pada dada atau perut, batuk kering atau dengan dahak berwarna hijau, serta tidak nafsu makan.
Apabila Anda atau keluarga mengalami gejala tersebut, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut sehingga terhindar dari komplikasi yang serius.
Editor : Aditya Novrian