Sampai Juli 2026, Dinkes Kota Malang Catat 1.284 Kasus Tuberkulosis Baru

Nabila Amelia • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 17:03 WIB
PAPARKAN DATA: Kegiatan Sinergi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah dalam Percepatan Eliminasi Tuberkolosis digelar di Harris Hotel & Convention, kemarin (30/7). (Nabila Amelia/Radar Malang)
PAPARKAN DATA: Kegiatan Sinergi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah dalam Percepatan Eliminasi Tuberkulosis digelar di Harris Hotel & Convention, kemarin (30/7). (Nabila Amelia/Radar Malang)

MALANG KOTA, RADAR MALANG - Mulai Januari sampai akhir Juli lalu, tercatat ada 1.284 kasus tuberkulosis yang teridentifikasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang. Kasus terbanyak ditemukan di Kecamatan Kedungkandang. Jumlahnya mencapai 215 kasus. 

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyebut, kasus tuberkulosis yang ditemukan tahun ini cenderung lebih rendah dibanding 2025 lalu. ”Tahun lalu ditemukan sebanyak 2.754 kasus. Itu temuan selama setahun,” sebut dia saat memberikan sambutan dalam kegiatan Sinergi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah dalam Percepatan Eliminasi Tuberkulosis di Harris Hotel & Convention, kemarin (30/7).

Kendati demikian, Wahyu mendorong agar kesadaran terhadap penyakit tuberkulosis tetap dijaga. Sebab jumlah kasus yang cenderung berkurang bukan karena akses maupun layanan penanganan tuberkulosis. Melainkan karena skrining, penemuan, dan pelaporan kasus masih terus berjalan.

Untuk memastikan semakin banyak kasus yang ditemukan dan ditangani sedini mungkin, pemkot terus mengoptimalkan standar pelayanan minimal. ”Kami melibatkan 16 Puskesmas, 141 klinik, dan 28 rumah sakit yang telah menjadi jejaring layanan tuberkulosis,” sambung Wahyu.

Kepala Dinkes Kota Malang dr Husnul Muarif menambahkan, angka keberhasilan pengobatan tuberkulosis juga cukup tinggi. Tahun lalu sebesar 85 persen. ”Untuk tahun 2026, kami targetkan bisa 90 persen sesuai angka standar daripada angka keberhasilan pengobatan di Kota Malang,” terang dia.

Sementara itu, Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri RI Safrizal Zakaria Ali optimistis Kota Malang termasuk Indonesia, bisa melakukan eliminasi tuberkulosis. Apalagi Indonesia pernah menghadapi pandemi Covid-19, yang sama-sama infeksius dengan tuberkulosis.

”Tuberkulosis dan Covid-19 memang sama-sama infeksius, tapi lebih berat Covid-19,” tutur Safrizal. Karena itu, Safrizal yakin eliminasi tuberkulosis bisa sukses. Safrizal menambahkan, target Presiden RI Prabowo Subianto yakni eliminasi tuberkulosis bisa dilakukan pada 2045. (mel/by)

 

Editor : Bayu Mulya Putra
kasus tuberkulosis kota malang Wali Kota Malang dinkes kota malang tuberkulosis