Segera Upgrade Alat Deteksi Tuberkulosis

Nabila Amelia • Dipublikasikan Sabtu, 1 Agustus 2026 | 09:47 WIB
BAKAL TERIMA BANTUAN: Petugas kesehatan dari Dinkes Kota Malang melakukan pemeriksaan paru sebagai antisipasi tuberkulosi di kantor Kelurahan Karang Besuki, beberapa waktu lalu.
BAKAL TERIMA BANTUAN: Petugas kesehatan dari Dinkes Kota Malang melakukan pemeriksaan paru sebagai antisipasi tuberkulosi di kantor Kelurahan Karang Besuki, beberapa waktu lalu.

MALANG KOTA, RADAR MALANG - Deteksi tuberkulosis kini sudah menggunakan X-Ray. Namun, belum semua faskes di daerah-daerah memiliki seperangkat peralatan tersebut. Untuk itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkas) RI menyalurkan peralatan pemeriksaan tersebut ke sejumlah daerah. Salah satunya ke Kota Malang.

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI Benjamin Paulus Octavianus mengatakan, pihaknya mengalokasikan anggaran untuk pengadaan X-Ray. Total menambah 800 unit dan akan dibagikan ke sejumlah daerah. ”Untuk Kota Malang kami berikan satu alat,” kata dia.

 Baca Juga: Temukan 400 Kasus Tuberkolosis di Malang, Siap Uji Coba Vaksin

Menurutnya, pemberian X-Ray disesuaikan dengan banyaknya pelayanan kesehatan. Karena itu, jatah setiap daerah berbeda-beda. Di Surabaya misalnya, Kemenkes RI memberikan sekitar tujuh alat X-Ray.

Benjamin menyampaikan, saat ini penyaluran X-Ray sedang dalam proses. Tapi, dia memastikan penyalurannya tidak akan memakan banyak waktu. Alat tersebut akan diberikan pada bulan Agustus mendatang.

Di tempat terpisah, Kepala Bidang Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang Ari Laksmana menyampaikan, pihaknya sudah pernah melakukan deteksi tuberkulosis menggunakan mobile X-Ray memanfaatkan artificial intelligence (AI). Saat itu pihaknya mendapat bantuan peminjaman alat.

Baca Juga: Sampai Juli 2026, Dinkes Kota Malang Catat 1.284 Kasus Tuberkulosis Baru

Tujuan untuk melakukan deteksi tuberkulosis di 57 kelurahan. 

Mekanismenya, AI membaca hasil rontgen yang sebelumnya direkam menggunakan mobile X-Ray. Saat tampak indikasi tuberkulosis, warga bisa berobat ke puskesmas atau rumah sakit. ”Namun selama ini 16 puskesmas belum ada yang memiliki mobile X-Ray,” sebut Ari.

Biasanya, deteksi tuberkulosis di puskesmas menggunakan metode tes cepat molekuler dahak, foto rontgen dada, atau skrining keliling. Dengan adanya pemberian alat X-Ray, pihaknya menyambut baik. ”Untuk alatnya rencana ditaruh di labkesda,” pungkasnya. (mel/gp)

Editor : A. Nugroho
Sumber : Radar Malang
X-Ray SDMK dinkes tuberkolosis