Diungkapkan Ketua Panitia Selamatan Warga Kelurahan Songgokerto Andhika Krisnaloka, persiapan selamatan Sedekah Bumi sekitar dua bulan. Sebab, kegiatan selamatan warga berupa kirab hingga berbagi hasil bumi berlangsung dua tahun sekali. “Terakhir itu diadakan tahun 2017, setelah itu pandemi Covid-19 dan baru 2022 ini digelar lagi,” terangnya
Andhika menyebut, dalam selamatan hasil bumi ini ada 9 RW yang menyiapkan tumpeng. Bahkan, beberapa RT dan RW turut membuat tumpeng berupa buah, sayur, dan sebagainya. “Kalau untuk pembagian hasil sedekah bumi itu berlangsung di dekat Pasar Wisata Songgoriti,” jelasnya.
Meskipun saat kirab dan selamatan sempat diguyur hujan, antusias masyarakat untuk menyaksikan selamatan Sedekah Bumi masih tinggi. “Rasanya senang bisa menyaksikan syukuran desa. Karena sudah beberapa tahun tidak ada,” ujar salah satu warga Mahmudah.
Selain itu, saat kirab selamatan warga Kelurahan Songgokerto berlangsung kemacetan panjang pun terjadi di depan Kelurahan Songgokerto hingga perempatan Jalan Hasanuddin, Desa Pesanggrahan. Akan tetapi, pihak Kelurahan Songgokerto telah mengantisipasi dengan sistem buka tutup lajur jalan. (ifa/kr2/lid) Editor : Mardi Sampurno