Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Bareng Satpol PP, Disnaker Kota Batu Manfaatkan DBHCHT untuk Pelatihan Kerja

Mardi Sampurno • Jumat, 9 Desember 2022 | 15:00 WIB
DISNAKER: Kabid Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja Kota Batu, Retno Probowati mengadakan pelatihan dan pengembangan tenaga kerja guna mengembangkan ketrampilan para tenaga kerja (08/12/2022) lalu.
DISNAKER: Kabid Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja Kota Batu, Retno Probowati mengadakan pelatihan dan pengembangan tenaga kerja guna mengembangkan ketrampilan para tenaga kerja (08/12/2022) lalu.
BATU - Salah satu upaya dalam mengembangkan keterampilan, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batu laksanakan pelatihan dan pendampingan tenaga kerja. Pelatihan ini diharapkan mampu mengurangi angka pengangguran di Kota Batu.

Diungkapkan Kabid Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja, Disnaker Kota Batu Retno Probowati, pelatihan yang dilakukan oleh Disnaker bareng Satpol PP Kota Batu ini dalam bidang kuliner. Intinya, pelatihan ini mengajarkan peserta cara membuat kue. Apalagi, para peserta juga diberikan pemahaman bagaimana cara packaging yang bagus dan pemasaran. Baik pemasaran langsung maupun digital.

"Alhamdulillah, pelatihan ini merupakan salah satu pemanfaatan dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah," terangnya.

Perempuan yang akrab dikenal Retno ini menyampaikan, pada tahun 2022, Disnaker Kota Batu mendapatkan DBHCHT sebesar Rp 3,8 miliar. "Melalui DBHCHT, akhirnya pelatihan dapat dilakukan secara intensif dengan harapan mampu menekan angka pengangguran di Batu," terangnya.

Retno membeberkan bahwa pelatihan tersebut dilaksanakan selama 3 bulan. Ada dua jenis peserta yang dilibatkan. Di antaranya, dari buruh pabrik rokok sebanyak 26 orang dari Malang Raya dan pencari kerja (pencaker) sebanyak 40 orang. Jadi, totalnya mencapai 66 orang.

"Nah, sebagai tindak lanjut, Disnaker Batu juga mengajak para peserta untuk mengikuti kunjungan kerja ke produsen-produsen kue," katanya kepada Jawa Pos Radar Batu, kemarin (8/12). Di antaranya Bluder Cokro Madiun, Dyriana Bakry Semarang, dan Bakpia Jogja Wong.

Dia memaparkan, kunjungan kerja ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana cara pengembangan bisnis di produsen-produsen roti besar itu. Bahkan, melihat bagaimana pengembangan core bisnisnya. Contohnya di Bluder Cokro ternyata pengembangannya bukan hanya bluder saja. Akan tetapi, juga ada bisnis lainnya yang berhubungan dengan aneka pengolahan. Yaitu, bluder kering, krispy dan sebagainya.

Ditambahkannya, kunjungan kerja itu dilakukan selama tiga hari, mulai Rabu, (23/11) hingga Jumat, (25/11) lalu. "Kami berharap mereka bisa menciptakan lapangan kerja baru. Yang output-nya adalah mengurangi pengangguran. Para peserta juga sudah bisa menciptakan produk sendiri di bidang makanan," tandasnya. (ifa/lid/adv) Editor : Mardi Sampurno
#Kota Batu #Pelatihan dan Pendampingan Kerja #disnaker kota batu #Dinas Tenaga Kerja