Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Tren Menikah Sederhana Mulai Jangkiti Milenial di Batu, KUA Siapkan Pelaminan

Kholid Amrullah • Senin, 20 Februari 2023 | 19:30 WIB
PELAMINAN: KAU Bumiaji KOta Batu menyiapkan pelaminan untuk pasangan pengantin. (foto: radar batu)
PELAMINAN: KAU Bumiaji KOta Batu menyiapkan pelaminan untuk pasangan pengantin. (foto: radar batu)
BATU - Tren menikah dengan sederhana saat ini tengah banyak diminati oleh kaum milenial. Tak menyewa gedung dan tak mengadakan pesta seperti pernikahan pada umumnya. Proses pernikahan sederhana yang biasanya  hanya  dilaksanakan di kantor urusan agama (KUA) tengah ramai diperbincangkan di media sosial. Apakah  hal tersebut juga terjadi di Kota Batu?

 

Koran ini mencoba menggali data tentang tren pernikahan sederhana di Kota Batu. Dari 3  KUA yang ada di tiga kecamatan, yakni Junrejo, Bumiaji dan Batu memang sudah mulai banyak pasangan yang menikah di KUA. Untuk di Kecamatan Kota Batu sebanyak sekitar 89 pasangan menikah di Bulan Januari. Ternyata dari jumlah tersebut hanya sekitar 19 pasangan yang menikah di KUA. Dari 19 pasang calon tersebut ada yang tidak menggelar pesta besar di rumah tetapi masih ada juga yang menggelarnya.

 

“Enaknya kalau nikah di KUA itu gratis,” ujar Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Batu Eko Wahyudi. Dari 19 pasangan tersebut sebanyak enam pasangan adalah muda-mudi. “Yang penting sah Mas,” ujarnya.

Baca Juga : Warna Ngejreng Dominasi Pernikahan Tahun 2023

Sedangkan di bulan yang sama, di Kecamatan Junrejo ada sekitar 29 pasangan yang menikah. Kepala KUA Kecamatan Junrejo Arif Saifudin, 49, menyatakan lebih banyak pasangan yang memutuskan menikah di kantor ketimbang di luar kantor. “Ada 16 pasangan yang menikah di kantor,” katanya.  Dari 16 pasangan tersebut lebih didominasi pasangan muda.

 

Menurut dia, beberapa alasannya adalah menikah di kantor lebih hemat biaya dan desain background untuk berfoto di kantor  sekarang ini lebih bagus.  Khusus di Kecamatan Junrejo, rata-rata yang menikah di KUA tidak menggelar pesta besar di rumahnya.



 










Lihat postingan ini di Instagram























 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Radar Malang Online (@jawaposradarmalang)






 



Arif melanjutkan, jika trend menikah cukup di KUA tersebut merupakan  alternatif yang cukup bagus. Karena setelah menikah juga perlu kebutuhan yang tidak sedikit, lebih baik uangnya dialokasikan untuk kehidupan setelah nikah.

Baca Juga : Emas 10 Gram Laris Manis untuk Mahar Pernikahan

Hal yang sama juga terjadi di Kecamatan Bumi Aji, lebih banyak pasangan yang memilih menikah di kantor. Pada bulan Januari, KUA Bumiaji menikahkan sekitar 55 pasangan. Dari jumlah tersebut, sekitar 38 pasangan memilih melangsungkan akad di kantor KUA Bumiaji.

 

“Kalau di sini mungkin masih terpengaruh saat aturan pandemi,” ujar Kepala KUA Kecamatan Bumiaji Supriadi, 52. Ia juga mengungkapkan ada masyarakat yang belum tahu kalau boleh melangsungkan akad di rumah. Karena memang saat pandemi ada banyak aturan ketika melangsungkan perkumpulan orang.

Hanya saja saat ditanya apakah dari semua yang menikah di KUA itu masih menggelar pesta yang mahal di rumahnya, dia mengatakan memang masih ada yang tetap menggelar pesta di rumah.

 

Supriadi  menjelaskan, jika menikah di KUA itu lebih hemat. “Kalau di luar kantor ya membayar ke negara sekitar Rp 600 ribu,” katanya. Menurutnya maupun menikah di kantor maupun di luar kantor yang terpenting sah dan sakralnya dapat. (Iza/lid) Editor : Kholid Amrullah
#Kota Batu #kua ##Nikah murah #Pelaminan