Namun, di sana bukannya penuh dengan kendaraan wisatawan, di tempat itu justru lebih banyak muda-mudi yang kongkow-kongkow.
Rest Area Jalibar memang terletak di tempat yang lebih tinggi dari pusat Kota Batu. Sehingga pemandangan kontur perbukitan terlihat jelas.
Banyak warga sekitar Kota Batu yang hanya sekadar ngopi dan menghabiskan waktu untuk menikmati pemandangan.
Menurut salah satu pedagang di rest area, Siti Rohana, sepinya kenapa rest area itu lebih sepi wisatawan ketimbang rest area lain.
Karena memang tempat tersebut belum banyak warga luar kota yang mengetahuinya. Meskipun terlihat sepi untuk ukuran rest area, ia mengungkapkan jika ada peningkatan yang lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
|Baca Juga:
Taman Bermain Rest Area Jalibar Memprihatinkan
Untuk sopir yang berkunjung ke tempat tersebut hanya sopir-sopir yang sudah mengetahui lokasi. “Tapi kalau sudah tahu, pasti balik lagi,” katanya.
Ia menjelaskan keramaian akan terjadi ketika hari weekend. “Saat yang di bawah penuh pasti naik ke atas sini,” ujarnya. (Bersambung di halaman selanjutnya)
Untuk fasilitas yang perlu ditingkatkan adalah fasilitas taman bermain dan penerangan. Dan untuk fasilitas seperti air, musala dan listrik sudah bagus.
Salah satu pengunjung Rest Area Jalibar Ria Puspita Sari mengatakan, jika ia mengunjungi tempat itu karena udaranya sejuk dan suasananya damai.
Di tempat tersebut juga ada banyak kios makanan dan beberapa gazebo yang bisa dimanfaatkan oleh pengunjung.
Rest Area Jalibar sendiri dikelola oleh BUMDes Panderman, milik Kelurahan Oro-Oro Ombo. Ketua BUMDes Panderman Subono mengungkapkan, jika semakin ke sini di rest area itu semakin ramai bila dibandingkan dulu.
”Dulu tidak ada air, jalannya juga sudah diperlebar dan bus juga bisa datang ke lokasi,” ujarnya.
|Baca Juga:
Sampah TPS3R Jalibar Naik Dua Kali Lipat
Terkait dengan fasilitas taman bermain yang rusak, fasilitasnya akan diganti yang lebih kokoh dan diperluas.
“Semoga di tahun 2023 ini bisa segera terlaksana,” ucapnya. Ke depannya rest area itu akan ditambahkan wahana untuk menarik wisatawan. (iza/lid) Editor : Kholid Amrullah