Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Kota Batu Krisis Petani Muda, Regenerasi Kurang Mulus  

Kholid Amrullah • Selasa, 25 Juli 2023 | 00:00 WIB

 

 

BUTUH REGENERASI: Seorang petani di Kota Batu sedang memupuk tanaman.
BUTUH REGENERASI: Seorang petani di Kota Batu sedang memupuk tanaman.

BATU – Regenerasi petani di Kota Batu sepertinya mengalami kesulitan. Hal ini terlihat dari jumlah petani milenial yang tergolong sedikit. Generasi milenial banyak yang tidak suka menjadi petani.

 

Fenomena tersebut sebenarnya sudah terlihat dari hasil sensus pertanian yang dilakukan 10 tahun lalu (2013). Yang mana saat itu para petani di Batu didominasi penduduk berusia 45 tahun ke atas.

 

Lalu bagaimana dengan hasil sensus pertanian tahun ini? Ketua Tim Sensus Pertanian Kota Batu Arini Ismiati mengatakan, untuk tahun ini hasilnya memang belum selesai. Namun dari pendataan para petugas ditemukan jumlah petani muda memang sedikit. Sehingga hasil sensus tahun ini kemungkinan juga mirip.

 

Menurut dia, sensus sudah dimulai tanggal 1 Juni lalu. Setelah terkumpul, selanjutnya dilakukan pengolahan data.  Ada tiga kategori yang disensus oleh petugas. “Dari perorangan (rumah tangga), level perusahaan berbadan hukum, dan yayasan/kelompok pertanian," ungkapnya. Dan apabila hingga kini ada warga yang berkecimpung serta belum dikunjungi petugas sensus bisa menghubungi BPS melalui informasi yang tertera di media sosial BPS Kota Batu.

 

Dikatakannya, untuk estimasi pengolahan data hasil sensus pertanian  dimulai pada Senin (24/7) dan  membutuhkan waktu sekitar dua bulan. Sehingga untuk mengetahui hasilnya baru dua bulan lagi.

 

Menurut dia, ada sejumlah kendala yang dihadapi petugas saat melakukan pendataan di lapangan. Salah satunya ada yang  tidak jujur dengan petugas. Kemungkinan hal itu terjadi karena petani merasa takut dan mungkin kurang mendapatkan informasi.

 

“Misal petugas datang, itu pertama mengaku tak punya sawah, kemudian ketika di konfirmasi ke Pak RT setempat baru mengaku,” ujar Arini Ismiati. Hal tersebut tentunya menghambat proses waktu sensus. Maka dari itu, ia meminta seluruh petani berpartisipasi sensus, karena data yang dihasilkan nanti akan dijadikan pedoman pemerintah untuk mengambil kebijakan.

 

“Untuk kendala lainnya mungkin cuaca, dan jam untuk mendapatkan data dari petani. Karena istirahat petani di sore hari,” ungkapnya. Saat ini progres lapangan sudah hampir mencapai 80 persen

 

Sensus ini kata dia dilakukan sekitar 10 tahun sekali. Yang mana tujuannya untuk mengetahui regenerasi yang ada di sektor pertanian. Karena di tahun 2013 didominasi oleh kelompok umur 45 tahun. Dan saat ini dari sisi milenial juga ada penurunan minat menjadi petani. (iza/lid)

Editor : Kholid Amrullah
#Kota Batu #petani milenial #petani muda #Pertanian #orang tua