BATU - Hasil kajian lalu lintas harian rata-rata (LHR) volume capacity ratio (VCR) Jalan Bromo, Kecamatan Batu perlu dilakukan perubahan dan penambahan sarana dan prasarana. Salah satunya halte guna menghindari terjadinya angkutan ngetem.
Kabid Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batu Chilman Suaidi mengatakan, ruas Jalan Bromo memiliki lebar jalan sekitar 6 meter dengan panjang sekitar 300 meter. Memiliki sisi kiri bahu jalan sekitar 1 meter dan sisi kanan 0,8 meter. Dengan karakteristik ramai lancar.
Kecepatan berbagai jenis kendaraan ketika melintasi jalan tersebut rata-rata kurang 40 km/jam. Baik di hari biasa maupun di akhir pekan. Untuk kapasitas jalan, sekitar 2.922 kendaraan. Jalan Bromo berstatus sebagai jalan kota.
Dari hasil kajian, secara teknis diketahui kendaraan parkir dan berhenti berada di level sedang. Pejalan kaki juga tergolong rendah. Kondisi tata guna lahan sekitar berupa permukiman, sekolah dan berbagai jenis usaha.
Chilman menambahkan, berbagai jenis usaha juga membuat mobil maupun armada pengangkut parkir di badan jalan. “Juga ada berbagai ada sekolahan, contohnya SMKN 1 Batu, dan SMPN 2 Batu,” ucapnya.
Dari hasil kajian, karena di jam tertentu ramai anak sekolah diperlukan penambahan rambu petunjuk satu unit penyeberangan pejalan kaki. Serta rambu persimpangan tiga di jalan masuk Bromo.
Selain rambu dari hasil kajian juga diperlukan speed trap dan zoss sebelum masuk zona sekolah. Guna memberi memperlambat kendaraan sebelum memasuki zona sekolah.
Hasil kajian juga menunjukkan perlu ada tambahan halte. Halte diperlukan untuk mencegah angkutan umum tak ngetem secara sembarangan di bahu jalan. Penempatan halte direkomendasikan setelah SMPN 2 Batu. (iza/lid)
Editor : Kholid Amrullah