BATU - Komisi C DPRD Kota Batu menyarankan penggunaan sistem e-parkir gate atau pintu di titik parkir Alun-alun Kota Batu. E-parkir sistem gate dinilai lebih efisien. Selain itu juga bisa meminimalisir kebocoran pendapatan retribusi tepi jalan.
Ketua Komisi C DPRD Kota Batu Khamim Tohari menyampaikan, sistem itu dinilai dapat mencegah kebocoran dari retribusi parkir. Sehingga akhirnya, berdampak pada kenaikan pendapatan asli daerah (PAD) Kota Batu.
Sementara itu, Kabid Perparkiran Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batu Hari Juni Susanto mengatakan, hal itu masih belum bisa direalisasikan. Karena jalan itu masih tanggung jawab dinas lain. “Kalau berubah menjadi kawasan parkir dan diserahkan langsung menggunakan sistem gate,” ujar dia.
Sementara itu, saat ini ia merencanakan parkir menggunakan electronic data capture (EDC). Di mana, pembayaran bisa dilakukan secara online. Dengan partisipasi peran masyarakat, hal itu juga efektif mencegah terjadinya kebocoran dan lebih efisien. Di mana uang langsung masuk ke retribusi parkir.
Kemungkinan hal itu bisa terwujud setelah perubahan anggaran keuangan (PAK). Pada tahap awal ini ia merencanakan ada sekitar 40 EDC. Dengan nilai total sekitar Rp 145 juta. “Kalau satunya sekitar Rp 2,5 juta,” katanya.
Area parkir alun-alun akan digunakan sebagai pilot project dan arahnya seluruh titik parkir di Batu akan menggunakan EDC. Ketika ditanya, apabila nanti jadi gedung parkir akan dikemanakan EDC ini, ia menjawab akan dialihkan ke tempat lain yang memiliki potensi besar. “Setelah alun-alun yang besar itu Jalan Panglima Sudirman,” tuturnya. (iza/lid)
Editor : Kholid Amrullah