BATU – Sejumlah warga Jalan Mustari, Kelurahan Ngaglik sempat bersitegang dengan warga lain karena adanya penutupan jalan yang dijadikan tempat pembuangan sampah.
Warga sekitar kemudian menutup jalan dengan portal karena banyak orang yang membuang sampah di jalan itu.
Namun, karena banyak warga yang marah-marah, akhirnya portal dibuka lagi.
Menurut Ketua RW 13 Agus Salim, Jalan Mustari dijadikan tempat pembuangan sampah masal.
Banyak sampah ditemukan di sisi kanan dan kiri jalan saat pagi hari.
"Jalan itu memang jalan alternatif ke pasar. Jadi banyak orang yang dari pasar langsung membuang di samping jalan. Sampah yang ditemukan juga bukan sampah rumah tangga. Rata-rata sampah pedagang," ungkapnya.
Dikatakannya, jalur-jalur sepi seperti Jalan Mustari rawan dijadikan tempat pembuangan.
Agus mengatakan, sejak sampah menumpuk di pinggir jalan pada tanggal 1 September, warga sepakat untuk menutup jalan dengan portal mulai dari pukul 9 malam.
"Tapi setelah penutupan, banyak warga daerah lain yang marah dan bersitegang, karena akses jalannya ditutup. Bahkan tukang nasi goreng depan sana tidak berani berdagang karena situasinya kacau," jelas Agus.
Melihat hal tersebut, salah satu ketua RT akhirnya melapor ke grup masyarakat Batu dan mengancam akan membuang seluruh sampah ke jalan jika masalah tidak segera teratasi.
Setelah itu, Agus melanjutkan, DLH akhirnya bergerak untuk mengangkut sampah-sampah di sepanjang Jalan Mustari.
Namun sayangnya, warga lain tidak pernah jera membuang sampah di sepanjang jalan.
"Sampai saat ini sampah masih terus bergeletakan di sepanjang jalan," katanya.
Namun sore biasanya sudah diambil DLH.
Warga di situ sebenarnya sudah kesulitan dalam mengelola sampah, apalagi dengan tidak adanya TPS di Nganglik.
"Karena menanggung sampah yang bukan milik kami terasa berat," katanya, Senin (11/9).
Agung berharap pemerintah segera menyediakan tempat baru agar masalah sampah ini tidak menjadi lebih besar.
Salah seorang warga RT 3 RW 13 Ngaglik, Heri Cahyono membenarkan adanya pembuangan sampah liar di Jalan Mustari tersebut.
Ia mengatakan, sejak TPA Tlekung ditutup sampah-sampah mulai dibuang di samping kanan atau kiri jalan.
Bahkan ada yang dibuang ke gorong-gorong Jalan Mustari.
Menurutnya, ada beberapa titik pembuangan sampah liar di Jalan Mustari.
Yaitu, depan penjual nasi goreng, samping tempat cuci mobil, depan Gang Singa, depan SMA I Kota Batu, dan dekat perempatan di bawah tiang listrik.
"Biasanya dibuang malam-malam. Saya kemarin habis Magrib liat sampah tergeletak di depan Gang Singa. Tapi pagi ini sudah tidak ada. Sepertinya ada yang mengambil sampah-sampahnya," kata Heri.(kj1/lid)
Editor : Kholid Amrullah