BATU - Sindrom koroner akut menjadi tipe penyakit jantung terbanyak di RSU Karsa Husada Kota Batu. Dari 151 pasien kasus akut yang dirawat selama Juli sampai September, 62,25 persen atau 94 kasus di antaranya mengidap penyakit sindrom koroner akut. Tak hanya menjangkiti usia 40 tahun ke atas, pada beberapa kasus ke belakang penyakit jantung juga diidap oleh usia 30 tahun ke bawah.
Dokter spesialis jantung RSU Karsa Husada dr Ikhwan Handi R Sp Jp mengatakan, selain merawat pasien yang mengalami gagal jantung akibat sindrom koroner akut, RSU Karsa Husada juga merawat kasus aritmia jantung. "Dulu, penyakit jantung koroner umumnya terjadi di atas usia 40 tahun. Namun, zaman sekarang kita bisa menemukan kasus penyempitan dan sumbatan pembuluh darah koroner pada usia kurang dari 30 tahun," jelasnya. Usia paling muda pasien di Kota Batu yang pernah ditemui dengan kondisi penyakit jantung koroner (PJK) akut ada di usia 29 tahun.
Faktor gaya hidup kurang sehat dinilai sebagai salah satu pemicunya. Handi melanjutkan, beberapa pola hidup kurang sehat yang dapat menyebabkan timbulnya penyakit ini adalah kurang aktivitas fisik. Selain itu, merokok, tingginya kadar kolesterol jahat, dan diabetes melitus. "Senam jantung menjadi salah satu upaya pencegahan untuk dapat meminimalisir timbulnya penyakit jantung. Diharapkan ke depannya masyarakat lebih waspada terhadap faktor-faktor risiko penyebab penyakit jantung," ungkapnya.
Terkait kegiatan preventif melalui senam jantung, Pemerintah Kota Batu menggelar senam massal dalam rangka Hari Jadi Ke- 22 Kota Batu yang bekerja sama dengan Yayasan Jantung Indonesia Cabang Malang Raya. Acara tersebut dilaksanakan di Halaman Balai Kota Among Tani Kota Batu (27/10). Lebih dari 2.000 orang dari wilayah Malang Raya hadir.
Pj Wali Kota Batu Aries Agung Paewai berharap masyarakat Kota Batu menjadi lebih sehat dan bahagia. "Diharapkan kegiatan ini, akan semakin menguatkan kita ke depannya. Selain itu juga menjadikan masyarakat Kota Batu semakin sehat dan bahagia," katanya.
Pada acara yang sama, Ketua Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Malang Raya, Hanik Didik Gatot Subroto menjelaskan, tujuan YJI Malang Raya berkolaborasi dan bersinergi dengan pemerintah bertujuan agar masyarakat sehat dan terbebas dari penyakit jantung. "Terima kasih kepada Pak Pj dan seluruh jajarannya yang telah men-support kegiatan YJI dan semoga di usia ke-22 tahun Kota Wisata Batu menjadi kota yang aman dan nyaman dan menghidupi seluruh warga masyarakat," pungkasnya. (sif/lid)
Editor : Kholid Amrullah