KOTA BATU – Pelaksanaan debat publik kedua Pilwali Batu di The Singhasari Resort, Kota Batu, Jumat (8/11) berlangsung kondusif. Masing-masing pasangan calon wali kota menyampaikan visi misinya dengan lancar. Meski ada teriakan-teriakan dukungan dari masing-masing pasangan namun semuanya masih dalam kategori wajar.
Dalam debat bertema pendidikan, perlindungan anak, kesehatan, dan kebudayaan itu, para pasangan berusaha menyampaikan program-program terbaiknya. Misalnya pasangan nomor urut 1 Nurochman-Heli Suyanto di bidang pendidikan berjanji akan memberikan bea siswa 50 anak tiap desa untuk menempuh pendidikan tinggi. "Ini sebagai upaya untuk menciptakan SDM asli Kota Batu yang memiliki daya saing tinggi,” jelas Nurochman.
Sedangkan pasangan nomor 2 Firhando Gumelar-Rudi juga tak mau kalah mereka berjanji akan memberikan bea siswa kuliah kepada warga Kota Batu. Selain itu juga akan menyiapkan mobil guru BK untuk mengantisipasi bullying di Kota Batu.
Sementara itu, pasangan nomor urut 3 Kris Dayanti-Kresna Dewanata Prosakh berjanji akan membawa Kota Batu ke pentas dunia dengan potensi pariwisatanya. Tak ketinggalan, masalah budaya juga akan menjadi konsens pasangan ini untuk terus mengembangkannya.
Sementara itu Ketua KPU Kota Batu Heru Joko Purwanto dalam sambutannya sebelum debat dimulai mengatakan debat tersebut merupakan ajang sosialisasi program kerja dari semua pasangan calon wali kota. Diharapkan melalui debat ini masyarakat bisa mengetahui program-program yang akan diusung oleh pasangan calon.
Dalam kesempatan tersebut dia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh stake holder yang telah bekerja sama sehingga mampu menciptakan suasana yang kondusif menjelang pilkada. ”Sekali lagi dalam sambutan ini saya hanya ingin menyampaikan terima kasih,” katanya.
Sebelum mengakhiri sambutannya, Heru melantunkan Jula-Juli yang menarik perhatian penonton. “Tak rewangi nduduk sumur akeh watune milih banyune. Tak rewangi totoan umur supoyo makmur kuto mbatune,” ungkapnya.(lid)
Editor : Kholid Amrullah