BMX Kota Malang menorehkan prestasi di BMX Supercross C1 Banyuwangi 2025. Mereka membawa pulang 11 medali dari tujuh kategori nomor yang dipertandingkan. Perinciannya, meraih tiga medali emas, tiga perak, dan lima perunggu.
Dalam kejuaraan tersebut, mereka berhasil membawa medali di kategori Challenge Boys. Kemudian kategori Challenge Girls. Sementara satu tambahan medali diraih di kategori Women Junior.
Pelatih BMX Kota Malang Tifania Adine sudah memprediksi kalau anak asuhnya bisa memborong medali di ajang tersebut. Itu karena, para atlet menjalani persiapan yang panjang. Menempa diri setelah penyelenggaraan Porprov IX Jatim 2025. Lalu aktif mengikuti berbagai kejuaraan regional sampai nasional.
”Jadi saat mereka bertanding di event internasional mereka jadi lebih matang secara teknik dan mentalitas,” katanya. Dalam kejuaraan tersebut, atlet Kota Malang tidak hanya berkompetisi dengan pembalap dari luar Jawa Timur. Ada tiga atlet BMX dari Malaysia, Latvia, dan Tiongkok juga ikut di berbagai nomor lomba.
Dia menjelaskan, kalau di event ini jumlah medali yang diraih cukup banyak. Karena tidak hanya podium satu sampai tiga saja yang dihitung memperoleh medali. Para atlet juga menorehkan enam medali saat berada di posisi keempat. Meraih tujuh medali saat berada di posisi kelima.
Meski begitu, Adine menilai kalau atlet Kota Malang sejatinya bisa meraih lebih banyak medali. Karena dengan persiapan matang itu mampu tampil dengan performa yang maksimal. ”Mereka bisa tampil baik,” katanya.
Hasil tersebut tidak hanya membawa prestasi untuk atlet BMX Kota Malang. Lebih jauh, juga menambah poin internasional para atlet. Capaian itu membantu mereka tampil di kejuaraan lebih besar. (zan/gp)
Editor : A. Nugroho