KOTA BATU, RADAR MALANG - Kecelakaan lagi-lagi terjadi di Jalur Klemuk atau di Jalan Rajekwesi, Kelurahan Songgokerto, Kota Batu, Rabu siang (25/3). Satu keluarga dari Kota Surabaya jadi korbannya. Mereka mengalami kecelakaan saat mengendarai motor Honda Vario dengan nomor polisi L 6167 UA.
Anton, salah satu relawan Jalur Klemuk menjelaskan, pihaknya mendapat kabar kecelakaan dari warga yang kebetulan berada di lokasi. ”Untuk satu keluarga yang menjadi korban terdiri dari satu anak laki-laki, satu anak perempuan, ayah, dan ibu. Mereka boncengan berempat,” kata dia.
Dari informasi sementara yang dihimpun Jawa Pos Radar Malang, keempat orang melaju dari arah Kecamatan Pujon. Kemudian saat berada di lokasi, rem motor mengalami blong, sehingga mereka semua berjatuhan. ”Saat kejadian, kondisi di lokasi sedang sepi,” imbuh Anton.
Setelah terjatuh dari motor, pengemudi motor yakni sang ayah meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara istri dan dua anak mereka mengalami luka-luka. Ketiganya dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat III Batu untuk mendapat perawatan.
Anton pun menyesalkan kejadian kecelakaan yang lagi-lagi terjadi di Jalur Klemuk. ”Kami masih menunggu perhatian dari Pemkot Batu. Baik dalam bentuk pengamanan tambahan seperti pasir dan perhatian untuk para relawan yang berjaga,” kata dia.
Sementara itu, Kasat Lantas Polres Batu AKP Kevin Ibrahim menyampaikan, korban meninggal bernama Ari Wibowo, 38. Ari itu lah yang menjadi pengemudi motor.
Kemudian pihak yang selamat adalah istri Ari yang berinisial RY, 45. Dia mengalami memar di bagian wajah. Selain itu ada dua anak mereka yang bernama DBS, 12, dan NAR, 9. ”Untuk anak yang laki-laki mengalami patah tulang di kedua kakinya. Sementara yang perempuan luka lecet,” beber Kevin.
Menurut dia, kecelakaan terjadi karena motor yang dikendarai keluarga itu hilang kendali. Selanjutnya, motor melaju dengan kecepatan tinggi dari atas ke bawah. Selain menyebabkan satu korban meninggal dunia. Kecelakaan juga menimbulkan kerugian materil senilai Rp 5 juta. (mel/by)
Editor : Kholid Amrullah