IPAC 2026 Seri 3 Resmi Dimulai di Kota Batu, Atlet Termuda Baru Berusia 14 Tahun

Rori Dinanda Bestari • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 12:54 WIB
Atlet paralayang melakukan landing di Lapangan Songgokerto. (Rori Dinanda Bestari/Radar Malang)
Atlet paralayang melakukan landing di Lapangan Songgokerto. (Rori Dinanda Bestari/Radar Malang)

BATU, RADAR MALANG – IPAC 2026 Seri 3 resmi dimulai di Kota Batu, Jumat (31/7), dengan menghadirkan persaingan ketat di nomor ketepatan mendarat (accuracy landing). Sebanyak 75 atlet dari berbagai negara ambil bagian, termasuk peserta termuda yang baru berusia 14 tahun dan lima pilot yang masuk jajaran 20 besar dunia.

Kejuaraan yang menjadi bagian dari Batu International Sport Tourism Festival (BISTF) 2026 itu berlangsung di kawasan Songgokerto hingga Minggu (2/8). Selain menjadi arena adu kemampuan para atlet elite, seri Kota Batu juga mencatat jumlah peserta terbanyak dibanding dua seri IPAC sebelumnya di Paser dan Kotabaru.

Persaingan Diwarnai Atlet Muda dan Pilot Peringkat Dunia

Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu Onny Ardianto mengatakan, tingginya jumlah peserta menunjukkan meningkatnya antusiasme terhadap kejuaraan paralayang kategori accuracy landing tersebut. Dari total 75 atlet yang terdaftar, mayoritas berasal dari kalangan Generasi Z.

Baca Juga: Penantian Setahun Berakhir, Atlet Paralayang Kota Batu Galuh Ade Pristanto Rebut Emas IPAC 2025

"Kalau dilihat dari statistik, peserta dari Generasi Z mencapai 62 persen," ujarnya.

Sementara itu, peserta dari Generasi Milenial berjumlah 21 orang atau sekitar 28 persen. Adapun peserta dari Generasi X mencapai sekitar 9,3 persen.

Onny menyebut rentang usia peserta menjadi salah satu hal yang menarik pada IPAC Seri 3 kali ini. Atlet termuda berasal dari Malaysia dengan usia 14 tahun, sedangkan peserta tertua juga berasal dari Malaysia dan berusia 59 tahun.

"Peserta termuda usianya masih 14 tahun dari Malaysia. Sedangkan peserta tertua berusia 59 tahun, juga berasal dari Malaysia," jelasnya.

Kota Batu Turunkan 16 Atlet Tuan Rumah

Selain diikuti atlet-atlet muda potensial, persaingan dipastikan berlangsung ketat karena lima pilot yang masuk daftar 20 besar dunia turut ambil bagian dalam kejuaraan tersebut. Mereka akan bersaing memperebutkan poin pada seri ketiga IPAC 2026.

Indonesia juga menurunkan sejumlah atlet andalan, di antaranya Jafro Megawanto, Pangeran Pribaya, Rizky Maulana, Alfin Pratama, dan Damar Harimurti. Sementara tuan rumah Kota Batu mengandalkan 16 atlet untuk bersaing di hadapan publik sendiri.

Baca Juga: Prestasi Internasional Paralayang Kota Batu Jadi Bekal Dongkrak Ranking  

Selama tiga hari pelaksanaan, para atlet akan beradu ketepatan mendarat di titik sasaran yang telah ditentukan. Nomor accuracy landing menguji kemampuan pilot mengendalikan paralayang agar mendarat sedekat mungkin dengan titik pusat target.

Rangkaian IPAC 2026 Seri 3 dijadwalkan berlangsung hingga 2 Agustus mendatang. Hasil dari seri Kota Batu menjadi salah satu tolok ukur performa atlet dalam kalender kompetisi paralayang internasional tahun ini.

Editor : Aditya Novrian
Paralayang Kota Batu IPAC 2026 Kota Batu kejuaraan paralayang internasional BISTF 2026 atlet paralayang