Makin Semarak, Bantengan Nuswantara 2026 di Kota Batu Digelar Murni Swadaya Masyarakat

Rori Dinanda Bestari • Dipublikasikan Minggu, 2 Agustus 2026 | 17:39 WIB
SWADAYA: Perhelatan budaya akbar Bantengan Nuswantara 2026 di Kota Batu, Minggu (2/8).
SWADAYA: Perhelatan budaya akbar Bantengan Nuswantara 2026 di Kota Batu, Minggu (2/8).

KOTA BATU, RADAR BATU - Perhelatan budaya akbar Bantengan Nuswantara 2026 kembali menggetarkan jantung Kota Batu, Minggu (2/8). Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, ajang pelestarian tradisi tahunan yang memasuki usia ke-18 ini digelar murni secara swadaya oleh masyarakat dan komunitas seniman Bantengan.

Kendati digelar tanpa suntikan APBD, kemeriahan parade tetap menyedot perhatian ribuan pasang mata di sepanjang Jalan Panglima Sudirman. Sebanyak 150 kontingen seniman dari berbagai daerah tampil perkasa mengarak kepala banteng.

Ketua Pelaksana Bantengan Nuswantara 2026 Anjani Sekar Arum menegaskan, kemandirian tersebut justru menjadi poin kebanggaan tersendiri bagi para pegiat seni. Menurutnya, eksistensi tradisi Bantengan yang sudah mengakar kuat selama belasan tahun membuktikan bahwa keterikatan masyarakat terhadap kebudayaannya jauh lebih besar ketimbang ketergantungan pada fasilitas negara.

"Tahun ini memang pure dari masyarakat Bantengan sendiri, murni swadaya tanpa ada dukungan pemerintah sepeser pun,” tegasnya.

Anjani menambahkan, panitia sebenarnya tetap menyampaikan undangan resmi kepada para pejabat daerah sejak rangkaian hari pertama hingga puncak acara. Namun, ketidakhadiran jajaran pejabat tidak sedikit pun menyurutkan semangat para seniman. “Diizinkan atau tidak, dikawal atau tidak, Bantengan Nuswantara akan tetap berjalan karena ini milik masyarakat," tambahnya.

Meskipun mandiri secara finansial, perhelatan ini terbukti memberikan dampak ekonomi multiplier effect bagi warga Kota Batu. Fokus utama acara ini justru diarahkan untuk menghidupkan lapak-lapak pedagang kecil, UMKM kuliner, hingga ruang kreasi bagi para pembuat konten dan YouTuber lokal.

Tak hanya menggerakkan ekonomi lokal, Bantengan Nuswantara 2026 juga sukses memikat puluhan wisatawan dan seniman mancanegara. Sebanyak 18 peserta luar negeri asal Australia, Jepang, Malaysia, Maroko, hingga Chili turut hadir langsung di Kota Batu khusus untuk menyaksikan kebudayaan ini. 

Penulis: Rori Dinanda Bestari

Editor : A. Nugroho
Sumber : Radar Batu
Kota Batu budaya tradisi Masyarakat bantengan