“Yang pertama (pembangunan gedung) pasca sarjana, milik kampus, dan kedua baru (RSI) ini,” kata Sekretaris Yayasan Unisma Malang Mustangin, Rabu (9/9).
Terkait proyek pembangunan RSI Unisma yang rencananya akan dibuat sembilan lantai tersebut, Mustangin mengatakan, sudah diserahkan sepenuhnya terhadap pihak ketiga (rekanan).
“Pada prinsipnya kerja sama yang kami jalin terikat dengan perjanjian kerja sama. Seluruh pekerjaan dan tanggungjawab memang sudah diserahkan ke pelaksana proyek,namun masih terus berkomunikasi dua belah pihak” terang dia.
Dia menjelaskan, rekanan tersebut sudah bekerja sama dengan Yayasan Unisma, untuk proyek yang dikerjakan satu tahunan.
“Jadi, proyek ini (pembangunan rumah sakit) merupakan yang kedua. Rencananya mau bangun sampai lantai sembilan, ini baru selesai sampai lantai enam. Kerja samanya dilakukan per tahun (akan diperpanjang sesuai dengan kebutuhan),” kata dia.
Terkait kasus tersebut, pihak Yayasan Unisma akan menjalin komunikasi dengan rekanannya tersebut.
“Sebagai dua institusi yang sedang bekerja sama, kami akan melakukan komunikasi,” papar dia.
Sementara, terkait proyek pembangunan yang sedang berjalan, pihaknya akan melakukan penghentian sementara. “Pembangunan akan terus berjalan. Namun, untuk beberapa hari ini, kami istirahat dulu. Sambil nunggu perkembangan selanjutnya,” pungkas dia.
Seperti diberitakan, empat pekerja tewas mengenaskan dan tujuh lainnya luka-luka dalam proyek gedung baru di Rumah Sakit Islam (RSI) Unisma, Jalan MT Haryono, Dinoyo kemarin (8/9). Lift proyek atau gondola yang dinaiki sebelas pekerja tiba-tiba terjatuh dari gedung lantai IV. Kecelakaan terjadi sekitar pukul 12.30 kemarin.
Pewarta: Sandra Desi C Editor : Editor : Hendarmono Al S.