Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang Siti Ratnawati SH MH mengungkapkan, detail engineering design (DED) ketiga sekolah tersebut sudah rampung. Kini pihaknya tinggal menunggu tindak lanjut bersama beberapa pihak terkait. ”Kami akan segera menyusun kepanitiaan bersama inspektorat dan ULP (unit layanan pengadaan),” ujar Ratna.
Wanita asal Kediri itu menambahkan, anggaran yang digelontorkan untuk pembangunan ketiga sekolah tersebut mencapai sekitar Rp 38 miliar. Selain untuk ketiga sekolah tersebut, anggaran itu juga akan dialirkan untuk perbaikan Jembatan Mulyorejo. Hal ini karena salah satu SMP yang akan dibangun di wilayah Kelurahan Mulyorejo membutuhkan akses berupa jembatan, sementara sisanya akan disalurkan untuk pembangunan sekolah di Kelurahan Polehan dan Gadang.
Untuk proyek pengerjaannya, wanita yang sebelumnya menjabat sebagai kepala bidang pendidikan dasar itu menyebut bahwa proses lelang akan dilakukan pada Maret mendatang. ”Maret akan kami lelang proyeknya kepada pengembang. Dilanjutkan bulan April mulai proses pengerjaan,” terangnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, pembangunan tiga sekolah akan dilakukan guna memenuhi kebutuhan zonasi di Kecamatan Sukun dan Kecamatan Blimbing. Ketiga sekolah baru itu yakni SMPN 28, 29, dan 30 yang dibangun di Kecamatan Sukun dan Kecamatan Blimbing.
Sementara itu, Anggota Komisi D DPRD Kota Malang Suryadi pun membenarkan bahwa di tahun 2021 ini memang ada 3 SMPN baru yang akan didirikan di Kota Malang. ”Adanya SMP negeri baru ini tentunya untuk menjawab persoalan-persoalan yang berkaitan dengan pendidikan di Kota Malang,” ungkapnya saat dikonfirmasi kemarin (4/2).
Salah satunya yakni persoalan dalam penerimaan siswa baru. Sebab, dari segi volume kelulusan SD, yang dianggap sangat membutuhkan tambahan SMP memang dua kecamatan itu. ”Jadi, selain untuk menjawab permintaan dan kebutuhan, juga agar efektivitas pendidikan bisa terealisasi,” tambahnya.
Suryadi menambahkan, rasio SMP negeri di Kota Malang ini selama ini baru 27 SMP. Dengan tambahan 3 SMP baru ini maka jumlah SMP di Kota Malang genap menjadi 30 SMP. ”Karena di Kota Malang ini ada 57 kelurahan, jadi setidaknya (jumlah) SMP sudah ada separonya. Harapannya, tidak akan ada lagi masalah pada saat penerimaan siswa baru termasuk soal zonasi,” terang politikus Partai Golongan Karya (Golkar) itu.
Sementara itu, soal anggaran, Suryadi mengatakan bahwa sebenarnya anggaran yang dibutuhkan lebih dari nilai itu, yakni sekitar Rp 57 miliar. Yang artinya dana tersebut sebenarnya masih kurang Rp 19 miliar. ”Tapi yang direalisasikan Rp 38 miliar karena harus menyesuaikan dengan kemampuan keuangan, tetapi nanti kalau memang dirasa kurang, bisa diajukan di perubahan anggaran keuangan (PAK),” jelasnya.
Dengan pengembangan fasilitas dan infrastruktur di bidang pendidikan ini, Suryadi berharap ke depannya tidak ada lagi warga Kota Malang yang tidak mengenyam bangku pendidikan. ”Apalagi Kota Malang ini terkenal sebagai kota pendidikan, jadi adanya SMP baru ini juga diharapkan bisa menekan angka putus sekolah untuk warga Kota Malang,” pungkasnya. (rmc/cho/adn/ulf/c1/iik) Editor : Ahmad Yani