Korban yang kesehariannya diketahui sebagai tukang bentor itu ditemukan dalam kondisi tergantung tali tampar kuning yang diikatkan pada plafon kamar mandi lantai dua kediamannya.
“Tidak ada pertanda apa-apa, pagi tadi masih sehat dan beraktifitas seperti biasa. Saya juga tidak habis pikir kenapa almarhum melakukannya, sementara saya waktu itu sedang ke Kebalen,” terang istri korban Surati, 67, saat melawat ke rumah duka pada sore hari setelah penemuan tersebut.
Surati menceritakan, kali pertama korban ditemukan oleh cucunya. “Cucu saya yang menemukan pertama kali, langsung teriak-teriak,” imbuhnya.
Meski tidak ada perkara yang menonjol dalam kesehariannya, Surati mengatakan bahwa suaminya mengidap penyakit kanker usus yang menyebabkan benjolan di dalam duburnya, sekaligus sakit kepala yang parah.
“Sudah lama dia sakitnya, ada benjol di duburnya, kata dokter itu kanker. Kalau sudah kumat, kepalanya langsung sakit hingga menyerupai vertigo,” ungkap ibu dari enam orang anak tersebut.
Namun begitu, ia mengungkapkan bahwa sang suami tidak berkenan melanjutkan kemoterapi yang sudah dijalani bertahun-tahun. “Beliau tidak melanjutkan kemo-nya,” ujar dia.
Korban langsung dibawa ke kamar jenazah RSSA setelah ditemukan demi melakukan visum. Di tempat lain, Kapolsek Sukun, Kompol Suyoto membenarkan penyebab korban mengakhiri hidupnya. “Korban frustasi karena penyakit kanker usus yang dideritanya tak kunjung sembuh. Sudah begitu ditambah bila kambuh kepalanya sakit sekali,” terang dia.
Pewarta: Biyan Mudzaky Editor : Shuvia Rahma