Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Angka Pengangguran Masih Tinggi, Wali Kota Malang Beberkan Data Ini

Ahmad Yani • Senin, 5 April 2021 | 16:08 WIB
Wali Kota Malang Sutiaji menyatakan angka kemiskinan turun meski angka pengangguran masih tinggi. (dok/radar malang)
Wali Kota Malang Sutiaji menyatakan angka kemiskinan turun meski angka pengangguran masih tinggi. (dok/radar malang)
MALANG KOTA - Upaya Pemkot Malang menekan angka tingkat pengangguran terbuka (TPT) sepertinya masih harus digiatkan lagi di tahun ini. Sebab dari laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ) tahun 2020, diketahui angkanya masih jauh dari harapan.

Pemkot hanya mampu menurunkannya 0,04 persen dibandingkan tahun 2019 lalu. Pada saat itu, persentase pengangguran berada di angka 6.04 persen. Sementara di tahun 2020, jumlahnya menurun jadi 6 persen.

Dari data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, pada tahun 2019 lalu Kota Malang menduduki peringkat pertama sebagai daerah dengan tingkat pengangguran terbanyak. Saat itu, di urutan kedua ada Kota Surabaya dengan persentase 5,87 persen. Sementara pada urutan ketiga ada Kabupaten Bangkalan dengan persentase 5,84 persen.

Rekapitulasi anyar tingkat pengangguran tahun 2020 belum dirilis BPS Jatim. Meski begitu, dengan persentase yang hanya turun 0,04 persen, diprediksi Kota Malang masih masuk peringkat 5 besar.

Di sisi lain, dari LKPJ Pemkot Malang 2020, diketahui bila penurunan angka yang lebih signifikan terjadi pada tingkat kemiskinan. ”Untuk tren penurunan kemiskinan hingga tahun 2020 menunjukkan kinerja yang baik. Setahun terakhir, tingkat kemiskinan mengalami penurunan 0,37 persen. Dari 4,44 persen, menjadi 4,07 persen di tahun 2020,” kata Wali Kota Malang, Sutiaji.

Secara umum, politisi Partai Demokrat itu mengklaim bila pelaksanaan pembangunan di Kota Malang tahun 2020 sudah berjalan dengan baik. ”Dapat dilihat dari indikator kinerja utama,” imbuh dia.

Salah satu contohnya yakni indeks pembangunan manusia (IPM), yang meningkat dari tahun ke tahun. Peningkatan itu, disebut Sutiaji, lebih tinggi dibandingkan IPM Jawa Timur. ”Pada 2019, IPM Jawa Timur sebesar 70,51, sementara IPM di Kota Malang sudah mencapai 81,32. Sedangkan tahun 2020, IPM Jawa Timur sebesar 71,71, di Kota Malang sudah mencapai 81,45,” papar dia.

Angka IPM itu, ditambahkan dia, mencerminkan bahwa pembangunan manusia yang dilakukan Pemkot Malang, baik melalui program nasional maupun program daerah, sudah berjalan signifikan selama 2 tahun terakhir. Indeks itu memang dijadikan salah satu acuan untuk melihat bagaimana penduduk dapat mengakses hasil pembangunan dengan memperoleh pendapatan, kesehatan dan pendidikan.

Menurut Sutiaji, pertumbuhan ekonomi di tahun 2020 menunjukkan kondisi yang cukup kondusif. Dari catatan pihaknya, tren pertumbuhan ekonomi di Kota Malang berada di atas rata-rata Jawa Timur. ”Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, pertumbuhan ekonomi Kota Malang juga mengalami peningkatan 0.22 persen. Dari 5,73 persen di tahun 2019, menjadi 5,95 persen pada tahun 2020,” imbuhnya.

Sedangkan berdasar data BPS Kota Malang, diketahui inflasi pada tahun 2020 tercatat di angka 1,42 persen. Jumlah itu sudah menurun 0.51 persen dibandingkan inflasi tahun 2019 lalu, yang tercatat pada angka 1,93 persen. Dengan capaian di tahun 2020 itu, Sutiaji mengatakan bahwa Pemkot Malang bakal terus berupaya semaksimal mungkin untuk dapat mencapai target kinerja yang telah ditetapkan dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) tahun 2018 - 2023.(rmc/arl/by)


Editor : Ahmad Yani
#TPT #LKPj #Kemiskinan #Kota Malang #Pengangguran