"Kalau ularnya masuk dari mana, pelapor tidak mengetahui, yang jelas kami dapat laporan sudah ada di kamar," terang Kepala UPT Damkar Kota Malang, Teguh Budi Wibowo kepada Jawa Pos Radar Malang. Membutuhkan waktu sekitar 15 menit untuk lima orang personel Damkar menangkap ular yang memiliki nama latih Ptyas Korros ini.
Berkaitan dengan asal ular tersebut, Teguh mengatakan berasal dari daerah lembab yang ada di dekat ruangan. "Sekitar lingkungan ini, ada saluran air dan semak-semak mas, kemungkinan dari dua itu masuk lewat celah di pintu kamar," ucap Teguh. Meski begitu, ular jali yang ditangkap oleh tim Damkar Kota Malang ini bukanlah ular berbisa. "Bukan jenis ular berbisa," tutup Teguh.
Ular Jali memiliki penyebutan yang berbeda, ada yang menyebutnya ular tikus. Sekilas ular ini terlihat seperti cobra atau ular berbisa namun sebenarnya jenis ini ini tidak memiliki bisa dan biasanya dijadikan sahabat petani karena membantu mengontrol populasi hama tikus di sawah karena pola makannya yang tergolong rakus, selain itu ular jali ini juga dapat memakan katak, kadal, dan burung.
Pewarta: Biyan Mudzaky
Editor : Shuvia Rahma