Informasi yang diterima Jawa Pos Radar Malang, perwira dengan melati satu di pundaknya itu menghembuskan nafas terakhir di RSSA pukul 18.19 WIB. Nadzir sudah menjalani perawatan sejak Kamis lalu setelah sebelumnya dibawa ke RSI Aisyiah karena masalah paru-paru. "Jadi pas di RS Aisyiah itu hasil rontgennya ada flek putih di paru-parunya. Alhasil tidak boleh sembarangan menempati ruang perawatan," terang Nurul, istri Alm. Nadzir.
Mantan Kapolsek Mojosari, Polres Mojokerto itu pun lantas dirujuk ke RSSA untuk menjalani perawatan intensif. "Pak Kapolresta yang merekomendasikan untuk ke RSSA karena untuk penanganan isolasi fasilitasnya lebih lengkap," imbuh Nurul. Setelah beberapa hari dirawat ruang Edelweiss kamar 213, Nadzir akhirnya menghembuskan nafas terakhir Senin (28/6) sore. Selain karena Covid-19, mendiang juga diketahui memiliki penyakit bawaan yakni disfungsi ginjal yang mengharuskannya rutin mencuci darah.
Kapolresta Malang Kota, AKBP Budi Hermanto pun menyampaikan duka mendalam. "Almarhum merupakan sosok yang baik dan pekerja keras, serta selalu berhubungan dengan teman-temannya. Ini tentunya sebuah kehilangan bagi kami," ucapnya. Ia pun meminta untuk memaafkan segala kesalahan Nadzir selama hidup. "Mohon dimaafkan segala kesalahan dan ke-khilafan almarhum selama hidup," kata dia.
Dengan meninggalnya salah satu perwira di wilayahnya karena Covid-19, Buher, sapaan karibnya menghimbau agar selalu pada protokol kesehatan. "Kembali lagi, yang tahu kondisi kita adalah diri sendiri, jadi jagalah kesehatan. Semoga semua anggota Polresta Malang Kota dijauhi dari wabah ini," pungkas mantan Wadir Reskrimsus Polda Kalsel tersebut.
Pewarta: Biyan Mudzaky
Editor : Ahmad Yani