Tracing pertama dilakukan pada Senin lalu (28/6) dengan melibatkan gabungan dari petugas Kelurahan Mojolangu, Puskesmas Mojolangu, babinsa, serta bhabinkamtibmas. Mereka melakukan pengawasan pelaksanaan proses swab test antigen bagi para santri.
Sementara tracing kedua dilakukan kemarin (30/6) pukul 09.00 di Ponpes Al-Muflihun di Jalan Sudimoro V/2, Kelurahan Mojolangu, Lowokwaru. Hadir dalam tes swab untuk santri, antara lain Kapuskesmas Mojolangu dr Camelia, Lurah Mojolangu Bambang Mujiono, Babinsa Mojolangu Serka Suprain dan Sertu Bambang, serta Bhabinkamtibmas Mojolangu Aiptu Putu Yuda. Kepada Jawa Pos Radar Malang, salah satu santri yang enggan menyebutkan namanya mengatakan bahwa Ponpes Al-Muflihun akan tetap melakukan pembatasan mandiri hingga dinyatakan aman.
Terkait hal ini, Kadinkes Kota Malang dr Husnul Muarif membenarkan kasus tersebut. Namun, untuk jumlah pastinya dia belum menerima. Dinas kesehatan (dinkes) hanya menerima laporan di kawasan tersebut perlu dilakukan penebalan PPKM mikro. ”Ya, kami dapat info di sana telah ditebalkan (PPKM mikro),” tegasnya.
Mantan direktur RSUD Kota Malang itu juga menerima info telah dilakukan isolasi mandiri. Dia berharap dengan kasus tersebut tak membuat masyarakat panik. Dia tak henti-hentinya mengingatkan patuh prokes. Penebalan PPKM mikro juga dilakukan dengan saling gotong royong. (rmc/adn/cj6/mas)
Editor : Ahmad Yani