“Untuk bansos kami sudah nyaris 90 persen tersampaikan, ada yang memang tidak tersampaikan seperti yang ada masih ketemu dobel kartu keluarga (KK) nya itu kan kadang-kadang Kementerian kan datanya NIK, kalau kita kan KK,” rinci Kepala Dinsos-P3AP2KB Kota Malang, Penny Indriani.
"Jadi kalau 1 KK bisa saja NIKnya 5 itu yang kadang-kadang kita coret, kalau yang 1 KK dapatnya banyak, kita coret. Perbedaan kita dengan pusat seperti itu,” imbuhnya.
Disinggung mengenai warga yang layak mendapat bansos tapi belum terdaftar sebagai penerima bantuan itu, Penny mengatakan, akan bekerja sama dengan Puskesos (Pusat Kesejahteraan Sosial) yang bertugas mengawasi kegiatan penyaluran bansos tersebut. Sehingga, Dinsos-P3AP2KB Kota Malang mendapatkan data secara riil di lapangan, siapa yang layak tapi belum mendapatkan bantuan sosial.
"Kalau itu mungkin teman-teman di kelurahan yang lebih tahu, biasanya tim kelurahan nanti lapor ke kami. Karena kami punya puskesos, RT RW sudah kerjasama dengan puskesos dengan kelurahan,” papar Penny.
Dinsos-P3AP2KB Kota Malang juga terus melakukan pendataan terkait orang yang belum menerima bantuan tersebut. Hal itu agar tidak terjadi kesalahan komunikasi selama penyaluran.
"Jika ada yang merasa belum terima (bansos) sama sekali, nanti kami cek data di database teman-teman. Kalau memang belum ya seadanya kami beri dulu sambil kami masukkan data-datanya untuk masuk ke periode penyaluran selanjutnya," katanya.
Sementara itu, menurut data Dinsos Dinsos-P3AP2KB Kota Malang, jumlah keluarga penerima manfaat (KPM) yang menerima bansos Covid-19 berupa bantuan langsung tunai (BLT) sejumlah 65,179. Angka tersebut diantaranya yakni PKL, keluarga miskin, ojol dan UMKM. Sementara, untuk jumlah penerima bansos Covid-19 berupa beras sejumlah 46,747 KPM.
Pewarta: Andika Satria Perdana Editor : Shuvia Rahma