Kini, segala sesuatu kebutuhan pengoperasian Isoter yang memanfaatkan gedung sekolah di Jl. LA Sucipto, Gang Makam itu terus dipenuhi seiring dengan tinjauan Pangdam V Brawijaya, Mayjen TNI Suharyanto pada Sabtu (28/8) siang. Pimpinan TNI di wilayah Jawa Timur itu mengecek segala kesiapan mulai dari tempat tidur, ruangan dan keadaan gedung.
"Pak Pangdam meminta SKB ini segera dioperasikan sebagai Isoter," terang Dandim 0833 Kota Malang, Letkol Arm. Ferdian Primadhona.
Diketahui bahwa tempat tersebut tersedia 50 hingga 52 tempat tidur yang bisa digunakan. Untuk keperluan tenaga kesehatan (nakes), TNI juga menyediakan dari Detasemen Kesehatan Wilayah (Denkesyah) Malang Raya. "Dari Denkesyah membantu juga, kami sudah mengajukan. Turut disokong juga dari RSUD Kota Malang," sebut dia. Peruntukan Isoter SKB ini ditujukan untuk pasien resiko ringan dan tanpa gejala. "Kalau diatas sedang dan berat dilarikan ke RSL Idjen Boulevard. Disini karena ada tangga, tidak mungkin gejala berat disuruh naik turun tangga," imbuhnya.
Karena posisi yang berada didekat pemukiman, pasien dari wilayah sekitar bisa diprioritaskan. "Tidak terbatas Kecamatan Blimbing tapi juga Kota Malang, kalau didekat-dekat sini ada yang Isolasi Mandiri (isoman) bisa dilarikan kesini," kata Ferdian. Untuk problem lalu lintas masuk fasilitas, Mantan Danyon Armed 8 Jember juga menyediakan petugas yang berjaga. "Lalu lintasnya nanti diatur suoaya tidak crowded karena disini agak sempit jalannya, tidak ada pertentangan juga dari warga," pungkas dia.
Pewarta: Biyan Mudzaky
Editor : Shuvia Rahma