Kamis (9/9), Ustad Anas menyempatkan diri untuk berbincang dalam Podcast Radar MalangTV. Dia pun menceritakan kisah saat pertama kali mengetahui dirinya viral. "Saya ingat tanggal 25 Agustus, tengah malam buka handphone ada pesan dari teman. Terus saya buka lagi jam 07.00 dan 08.00 pagi, semakin banyak teman yang mengabarkan kalo saya viral," ujarnya.
Setelah mendapatkan pesan singkat dari beberapa temannya itu, Ustad Anas langsung menangis. Dalam benaknya terbesit sosok ibu yang sejak awal selalu mendukungnya untuk menjadi penghulu. Berkat mengingat doa dan dorongan kuat dari ibu lah dia bisa menjadi penghulu seperti saat ini. Namun takdir berkata lain, sang ibu berpulang pada tahun 2005. Sebelum melihat putra tercintanya resmi bekerja sebagai penghulu.
"Saya viral ini doa dari ibu dan dukungan dari bapak. Karena kemampuan saya menjadi penghulu, saya kira berimbang dengan penghulu lainnya. Ini karena kebetulan saya yang mendapat ridho dari Allah," sambungnya.
Kini, setelah viral, Ustadz Anas mengaku kebanjiran tawaran untuk menjadi penghulu dari luar Kecamatan Lowokwaru hingga luar Kota Malang. Namun dia tetap harus memberi pengertian bahwa dirinya hanya bisa bertugas sebagai penghulu di Kecamatan Lowokwaru.
"Jadi penghulu itu ditugaskan per kemacatan, berdasarkan SK kementrian agama provinsi. Saya mendapat tugas di KUA Lowokwaru, sehingga selain kecamatan itu saya tidak bisa menghadiri sebagai penghulu," terangnya.
Saksikan kisah lebih lengkap tentang sosok Ustad Anas di channel YouTube Radar Malang TV.
Pewarta: Andika Satria Perdana Editor : Farik Fajarwati