Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Selamatkan Angkot Kota Malang, Ini Usulan Pakar Transportasi UB

Shuvia Rahma • Rabu, 22 September 2021 | 23:30 WIB
Banyak sopir angkutan umum di Malang berhenti narik karena sepi penumpang. (Darmono/Radar Malang)
Banyak sopir angkutan umum di Malang berhenti narik karena sepi penumpang. (Darmono/Radar Malang)
MALANG KOTA - Redupnya nasib angkot di Kota Pendidikan turut mendapat sorotan dari Pakar Transportasi Universitas Brawijaya (UB) Hendi Bowoputro ST MT. Dia menyatakan ada sejumlah langkah strategis yang bisa dilakukan Pemkot Malang untuk menjaga angkot agar tetap ada. Salah satunya yakni pemberian subsidi kepada masyarakat.

”Ada dua golongan (yang bisa menjadi penerima subsidi, red) yakni orang yang mau ke pasar dan pelajar hendak yang berangkat sekolah,” kata dia. Pria yang juga menjadi anggota forum lalu lintas Kota Malang itu menyebut bila subsidi bisa didasarkan pada kilometer yang ditempuh. Serta digunakan pada jam-jam tertentu. Inovasi tersebut menurutnya bisa menjadi opsi ketika masyarakat enggan menggunakan angkot.

Bila direalisasikan, dia yakin bila angkot tak akan hilang. Sementara untuk potensi penurunan penumpang, dia menyebut bila kondisi itu sulit dihindari. Warga yang masih menggunakan angkot biasanya punya keperluan khusus. Seperti ibu-ibu yang pulang dari pasar. ”Mereka kan bawa barang banyak, ya otomatis naik angkot, belum lagi jika mereka tak bisa mengendarai kendaraan pribadi sendirian,” imbuh Hendi.

Pandemi Covid-19 yang masih merebak juga menjadi tantangan baru. Sebab, para penumpang kini makin enggan naik angkot karena ada kemungkinan berkerumun. Belum lagi aturan jaga jarak juga tak diterapkan di dalam angkot. Standar protokol kesehatan (prokes) seperti itu menurut Hendi perlu diperhatikan.

Di sisi lain, dia mengakui bila langkah perbaikan trayek bisa dilakukan Pemkot Malang. Hanya saja, Hendi menyebut bila langkah itu harus diawali dengan kajian mendalam. Sebab tak mudah untuk merubah trayek angkot, lantaran akan harus menyesuaikan dengan kebiasaan masyarakat. ”Maka kami (forum lalu lintas) perlu diajak diskusi supaya penataan transportasi umum bisa aman dan nyaman di kota (Malang) ini,” tuturnya.

Kota Malang, menurut Hendi, sudah mulai menjadi kota metropolitan. Oleh karena itu, penyediaan transportasi massal memang jadi hal yang cukup urgent. Terutama bagi masyarakat yang hanya mengandalkan angkot sebagai transportasi harian. Alasan itulah yang membuat dia menyebut bila perhatian lebih terhadap angkot perlu dilakukan Pemkot Malang. (adn/by/rmc)
Editor : Shuvia Rahma
#angkot kota malang #universitas brawijaya #pakar transportasi ub