Kasat Lantas Polresta Makota AKP Yoppi Anggi Khrisna membenarkan adanya peningkatan arus kendaraan tersebut. Dia mengatakan, pada weekend memang terjadi kepadatan lalu lintas. “Peningkatannya memang hampir dua kali lipat, sudah hampir 50 persen,”ungkapnya. Hal itu bila dibandingkan dengan arus lalu lintas di masa PPKM Darurat dan PPKM Level 4 beberapa waktu lalu.
Peningkatan arus lalin tersebut didominasi para wisatawan yang datang ke wilayah Malang Raya. Lantaran, menurut dia, 3 daerah ini saling berpengaruh satu sama lain. Misalnya, wisatawan yang dari Kota Batu sebagian besar juga akan melintasi daerah Kota Malang. “Jadi macetnya juga secara otomatis terjadi di Kota Malang,” ungkapnya.
Karena itu, pihaknya bersinergi dengan Satlantas Malang Raya untuk mengatasi problem lalin tersebut. Selain itu, untuk memetakan arus lalin, pihaknya juga intens berkoordinasi dengan Forum Lalu Lintas Kota Malang. “Kami memang sudah memetakan, misalnya melakukan pengalihan arus lalin agar bisa kendaraan tidak macet di satu titik,” papat mantan Kasatlantas Blitar itu.
Mulai padatnya arus lalin itu juga yang menjadi tolak ukur wacana penerapan ganjil genap di Kota Malang. Sebelumnya, Kapolresta Malang Kota AKBP Budi Hermanto mengatakan, rencana penerapan ganjil genap tentunya untuk mengurai kemacetan arus lalu lintas di Kota Malang.
Untuk saat ini, pihaknya tetap melakukan pembatasan mobilitas warga. Misalnya pembatasan dengan pengalihan arus lalin. Namun, hal itu lebih dilonggarkan. “Karena kami mengacu pada data kasus Covid yang mulai landai, angka kematian nol dan tingkat kesembuhan juga tinggi, jadi kami lebih menguatkan ke edukasi masyarakat,” pungkasnya. (ulf/nay/rmc)
Editor : Shuvia Rahma