Dalam pameran itu, terdapat 56 seniman yang memamerkan karya seni rupanya dengan berbagai konsep. Rencananya, pameran itu akan berlangsung Minggu (24/10).
Para pencinta seni dapat menikmati berbagai pameran seni rupa yang dikemas dalam bendera berukuran 90 x 60 cm yang dipajang rapi di ruang DKM.
Ketua Dewan Kesenian Malang Bobby Nugroho mengatakan, pameran ini merupakan lanjutan dari kegiatan di tahun sebelumnya. Namun, tentunya dengan konsep yang berbeda yakni mengusung tema Wajah Kotaku. Formatnya menggunakan bendera yang dipajang di dalam ruangan. Hal ini untuk menyiasati cuaca, agar audience lebih menikmati puluhan karya dari para 56 seniman seni rupa ini. “Pemilihan Bendera ini tentunya karena bendera menjadi lambang ataupun panji yang menyuarakan kesepakatan bersama,” ungkapnya.
Umumnya, setiap individu punya berbagai macam kepentingan juga emosi dan kehendak. Hal itu divisualkan menjadi pesan rupa dalam bentuk bendera. Seperti tujuannya, dalam pameran ini, para seniman mengekspresikan harapannya melalui karyanya.
Selain memajang bendera, dalam rangkaian pameran ini juga ada wacana membangun intelektual seni rupa. Hal itu dilakukan dengan diskusi atau sarasehan untuk membahas perkembangan seni rupa selama puluhan tahun belakangan ini.
“Kami bahas perkembangannya dari tahun ke tahun, karena kami juga menyesuaikan dengan zaman,” tambahnya.
Selain itu, nantinya juga akan ada diskusi dari pembacaan lembaga pendidikan seni yang juga membahas tentang progres saat ini. “Ya sekarang seperti apa, kami juga akan membahas hal tersebut hari ini (22/10),” katanya.
Dalam pameran itu, Bobby memajang karyanya lewat bendera yang berjudul The Good The Bad dan The Ugly. “Karena menurut saya itu sesuai dengan tatanan Kota Malang saat ini,” pungkasnya. (ulf/lid/rmc) Editor : Farik Fajarwati