Sebagian malah menjuntai di dekat lampu hias yang menjadi spot favorit pengunjung untuk berswafoto. Sebenarnya, Pemkot Malang telah merencanakan penempatan kabel-kabel itu di bawah tanah sejak 2020. Namun rencana itu terkendala pandemi Covid-19 dan proses revitalisasi kawasan Kajoetangan Heritage yang belum 100 persen tuntas.
Memasuki 2022, rencana tersebut mulai dipelototi lagi oleh Pemkot Malang. Dalam waktu dekat, kabel semrawut yang menjulur di atas kawasan Kajoetangan Heritage bakal ditanam di bawah tanah. Untuk merealisasikan rencana itu, pemkot telah berkirim surat ke pemilik kabel atau provider yang kabel-kabelnya menjulur dan menjuntai di Kajoetangan Heritage. ”Sudah, Mas (berkirim surat ke provider). Nanti menurunkan kabelnya Insya Allah gratis,” kata Wali Kota Malang Sutiaji saat dikonfirmasi Radar Malang kemarin (21/3/2022).
Sutiaji menambahkan, opsi pemkot menurunkan kabel tanpa biaya tambahan itu bisa terealisasi karena ducting atau jalur kabel di bawah tanah sudah tersedia. Lokasinya di bawah jalur pejalan kaki (pedestrian). Provider yang memiliki kabel di sana tinggal menurunkan ke bawah tanah saja. Meski demikian, pihaknya masih harus berkomunikasi lagi dengan para provider untuk pemindahan kabel. Sebab, pembangunan zona 3 Kajoetangan Heritage akan dilanjut akhir bulan ini.
Proyek tersebut akan memperindah jalur pedestrian dan memperbaiki batuan andesit. ”Kalau sudah selesai, pelan-pelan kami minta provider menurunkan kabel supaya pemandangan di sana lebih estetis,” tegasnya. Rencananya, penanaman kabel akan dilakukan di sepanjang Jalan Basuki Rahmat hingga depan Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA). Untuk saat ini masih dilakukan pendataan kabel milik provider oleh dinas komunikasi dan informatika. Jika pendataan sudah selesai, langkah selanjutnya tinggal menurunkan kabel-kabel ke bawah tanah.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang Diah Ayu Kusumadewi menambahkan, biaya penurunan kabel provider diserahkan ke masing-masing provider. Pemkot sendiri telah keluar biaya untuk membuatkan jalur ducting kabel bawah tanah. Anggaran Rp 10 miliar yang pernah ramai dibahas merupakan estimasi untuk satu perusahaan provider. ”Tapi nanti akan dibahas lagi,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadiskominfo) Kota Malang Muhammad Nur Widianto menjelaskan, saat ini ada tujuh perusahaan provider yang tercatat memiliki kabel di sepanjang kawasan Kajoetangan Heritage. Dua di antara tujuh provider yang sudah terdata adalah PLN dan Telkom. Ada juga sejumlah kabel lain yang pemiliknya belum terdeteksi. Mantan Kabag Humas Pemkot Malang itu menambahkan, penanaman kabel ke depan bakal melibatkan perangkat daerah (PD) lain. Selain DPUPRPPK hingga Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang. Terkait kendala, Wiwid mengaku sejauh ini tak menemui masalah yang berarti. (and/fat)
Editor : Mardi Sampurno