Selain mata pelajaran yang bersifat umum, siswa-siswi di SDIA juga diberi pelajaran agama secara lebih khusus. Di antaranya adalah belajar Pendidikan Agama Islam, Bahasa Arab, Fiqh dan Tarikh. Pendidikan dan pembiasaan karakter Islami yang ada di SDIA di antaranya adalah mengucapkan salam dan salim kepada Bapak dan Ibu guru saat datang dan pulang sekolah. Juga ada pembiasaan salat Duha, salat Duhur berjamaah, mengaji Alquran dengan metode Ummi serta turjuman (mengartikan bacaan salat) bagi siswa kelas 6.
Dalam bidang non-akademik, siswa-siswi SDIA juga telah memenangkan berbagai perlombaan baik di tingkat lokal, regional maupun nasional. Untuk mengasah minat dan bakat, para siswa diberi banyak pilihan untuk mengikuti ekstrakurikuler. Salah satunya yang pernah saya ikuti adalah olahraga renang. Dan pada saat ini saya mengikuti ekstrakurikuler cooking class. Melalui ekstrakurikuler cooking class ini siswa-siswi diajari memasak berbagai menu masakan. Di antaranya menu makanan pembuka, kue bolu, nasi goreng dan juga bermacam-macam minuman es.
Sedangkan untuk melatih siswa agar lebih mandiri dan menumbuhkan rasa empati, SDIA membekali dengan pelajaran Pramuka. Kegiatan Pramuka yang baru saja dilaksanakan adalah kegiatan Perkemahan Satu Hari (Persari) yang dilaksanakan pada Rabu, 15 Juni 2022 di Dusun Sahabat Alam Karangploso, Kabupaten Malang. Meskipun hanya dilaksanakan satu hari, dengan kegiatan Persari ini saya dan teman-teman tentu saja merasa senang karena bisa berinteraksi langsung dengan alam dan menjelajah hutan. Kegiatan Persari telah memberikan banyak manfaat bagi para siswa. Di antaranya melatih kemandirian, menumbuhkan rasa empati, meningkatkan rasa syukur kepada Allah serta menumbuhkan cinta alam dan lingkungan.
Ada satu lagi kegiatan sangat menyenangkan yang baru saja saya ikuti di SDIA yaitu kegiatan jurnalistik yang materinya disampaikan oleh Abdul Muntholib dari Radar Malang. Judul pelatihan jurnalistik ini adalah ”Menjadi Jurnalis Kids”. Kegiatan ini menurut saya selain menyenangkan juga mempunyai banyak manfaat. Di antaranya kita bisa belajar bagaimana cara memperoleh dan menulis berita yang baik. Dari kegiatan jurnalistik tersebut, saya bisa mengetahui bahwa cara menulis berita yang baik adalah yang memenuhi unsur 5W dan 1 H yaitu Who, What, Why, When, Where dan How. Sesuai dengan judul kegiatannya, “Menjadi Jurnalis Kids” bahwa dalam kegiatan jurnalistik ini bukan hanya diberikan materi saja, namun kami para siswa diberi kesempatan untuk praktek bagaimana cara menulis berita yang baik dan benar.
Dengan berbagai keunggulan yang dimiliki oleh SDIA dan berbagai program kegiatan yang positif saya merasa senang dan bangga menjadi siswa SD Insan Amanah. SDIA memang layak mendapat sebutan sekolah unggulan yang membanggakan. (abm) Editor : Mardi Sampurno