Sekretaris Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Swasta Kota Malang Rudiyanto mengatakan, pada pekan ini terdapat peningkatan jumlah pendaftar sekolah swasta. Namun, banyak pendaftar yang masih bimbang atau galau, sehingga sebagian mengundurkan diri. ”Ada pendaftar baru, namun juga ada yang mengundurkan diri karena diterima di sekolah lain. Pergeseran siswa ini yang membuat kami cemas,” ujar Rudiyanto, kemarin.
Terkait alasan siswa mengundurkan diri, pihaknya belum mengetahui apakah siswa itu diterima di SMP swasta atau lembaga pendidikan lainnya. Sebab pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMP negeri di Kota Malang sudah ditutup. Kini SMP swasta harus bersaing dengan Pondok Pesantren (Ponpes) dan MTs untuk menarik murid. "Kami belum bisa memprediksi berapa yang masuk ke MTs, termasuk ke pondok pesantren," tuturnya.
Rudiyanto berharap, pada pekan ini, sebelum tahun ajaran baru, ada penambahan signifikan siswa yang mendaftar ke SMP swasta. Karena jumlah siswa akan memengaruhi performa sekolah dalam menempuh tahun ajaran 2022-2023, baik dalam segi operasional, seperti membayar gaji guru, atau perbaikan fasilitas sekolah. "Saat ini kami masih terus menunggu calon pendaftar. Karena masih banyak SMP yang belum terpenuhi pagunya," ucapnya.
Dia menambahkan, sekolah swasta juga berupaya semaksimal mungkin menarik minat calon peserta didik. Mulai penataan dan pembenahan di internal sekolah, branding sekolah, promosi lewat medsos, presentasi ke SD dan MI, serta meminta bantuan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang. (adk/dan) Editor : Mardi Sampurno