Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

UM Bangunkan Aset yang Tertidur

Mardi Sampurno • Rabu, 7 September 2022 | 00:05 WIB
PENDAPATAN KAMPUS: Gedung-gedung tinggi di Universitas Negeri Malang (UM) tampak megah, beberapa waktu lalu. Kampus ini mempunyai aset yang akan dimaksimalkan untuk biaya operasional. (Darmono/Radar Malang)
PENDAPATAN KAMPUS: Gedung-gedung tinggi di Universitas Negeri Malang (UM) tampak megah, beberapa waktu lalu. Kampus ini mempunyai aset yang akan dimaksimalkan untuk biaya operasional. (Darmono/Radar Malang)
MALANG KOTA – Usai dinobatkan menjadi Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH), Universitas Negeri Malang (UM) mulai menggenjot sisi bisnis. Karena tidak lagi menyusu pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), UM berencana membangunkan aset-asetnya yang tertidur atau tidak maksimal.

Melalui Badan Pusat Usaha dan Dana Abadi (BPUDA), UM sudah menyiapkan beberapa program aktivasi aset. Pertama, yakni mem-branding kembali Wisma Tumapel yang ikonik. Hotel di Jalan Majapahit tersebut bakal disulap agar keterisian kamar atau okupansi lebih maksimal.

Saat ini, pihak UM sedang bernegosiasi dengan investor untuk pengembangan unit tersebut. “Kami mengidentifikasi seluruh aset UM yang masih tidur,” tutur Sekretaris BPUDA UM Subagyo SE SH MM, kemarin.

Aset lainnya yang kini sedang dalam rencana perombakan yakni sembilan rumah dinas (rumdis) milik UM. Rencananya tempat itu akan disulap menjadi home stay. Selain itu, eks gedung Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) akan dijadikan sebagai kompleks balai pendidikan dan pelatihan (diklat). “Aset di sepanjang gerbang Jalan Veteran akan kami rombak semua. Akan ada hotel. Sasana Krida akan direnovasi menjadi convention hall bersifat open space, serta ada cafe restoran bistrovia. Ini masih mencari investor yang pas,” terang Subagyo.

Sebelum melakukan beberapa perombakan, BPUDA harus memenuhi target pendapatan dari pihak kampus, yakni Rp 15 miliar. Subagyo mengakui ada penurunan pendapatan selama pandemi Covid-19, terutama di penyewaan gedung Graha Cakrawala.

Jika sebelum pandemi mereka bisa meraup Rp 7 miliar dari penyewaan gedung itu, kini hanya Rp 2 miliar. “Karena masih ada pembatasan-pembatasan imbas dari pandemi Covid-19, pendapatan kami belum maksimal. Graha Cakrawala ada potensi pendapatan yang tidak terealisasi karena banyak event yang kami tolak,” tutup Subagyo. (adk/dan) Editor : Mardi Sampurno
#bisnis #graha cakrawala #um #hotel #COVID-19 #home stay #Aset #Pendapatan #Wisma Tumapel