Jika dalam waktu dekat Pemkot Malang mau untuk memberikan solusi, Organda bakal menerima secara terbuka. Apalagi mayoritas angkot yang beroperasi menggunakan BBM jenis Pertalite perlu didaftarkan ke aplikasi MyPertamina. Pria yang akrab disapa Ipung itu ingin keberadaan angkot tak sampai mati karena kenaikan harga BBM.
”Kalau ada kenaikan atau penyesuaian tarif, kami ingin semua pihak terlibat,” harap Ipung. Menanggapi hal itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Malang Handi Priyanto mengatakan bila dalam waktu dekat tarif angkot akan segera dinaikkan. Harga BBM yang naik dan berimbas pada biaya operasional menjadi alasan utamanya. ”Satu sampai dua minggu ke depan tarif sudah disesuaikan,” kata dia.
Pria yang juga menjadi Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Malang itu menambahkan, proses diskusi untuk kenaikan tarif angkot bakal mengajak Organda dan para sopir. Tujuannya untuk menemukan solusi tarif yang sesuai dengan jauh dekatnya trayek. Namun untuk hitungan pasti, Handi belum bisa menyebut besaran kenaikan tarif angkot.
Yang pasti menurutnya, kenaikan tarif angkot tak hanya melihat kenaikan harga BBM saja. Ada indikator lain yang dipakai. Seperti harga suku cadang, inflasi di Kota Malang dan biaya perawatan rutin. Handi memastikan kenaikan angkot tetap menguntungkan sopir dan penumpang. ”Jadi sekarang tarif tetap yang lama dulu, tapi kami tetap mau menaikkannya,” tandasnya. (adn/by) Editor : Mardi Sampurno