Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Dua Pekan Lagi, Tarif Angkot Naik Serentak

Mardi Sampurno • Jumat, 9 September 2022 | 02:59 WIB
TERIMBAS: Angkutan kota langsung merasakan imbas kenaikan harga BBM bersubsidi. Biaya operasional mereka meningkat cukup besar. Para sopir terpaksa memberlakukan tarif sementara sambil menunggu penetapan tarif baru dari dishub. (suharto/ radar malang)
TERIMBAS: Angkutan kota langsung merasakan imbas kenaikan harga BBM bersubsidi. Biaya operasional mereka meningkat cukup besar. Para sopir terpaksa memberlakukan tarif sementara sambil menunggu penetapan tarif baru dari dishub. (suharto/ radar malang)
MALANG KOTA - Kabar ini bisa menjadi angin segar untuk 6.200 sopir angkot di Kota Malang. Naiknya harga bahan bakar minyak (BBM) bakal diimbangi dengan melonjaknya tarif. Beberapa waktu lalu, sejumlah trayek angkot seperti Landungsari-Dinoyo-Gadang (LDG) sudah memasang tarif sementara. Selembar kertas pemberitahuan sudah tertera di kaca angkot. Ada keterangan bila tarifnya naik Rp 1.000. Artinya, kini penumpang angkot harus membayarkan Rp 5 ribu untuk kalangan umum. Sedangkan pelajar dikenakan tarif Rp 3 ribu. Sekretaris Organisasi Angkutan Daerah (Organda) Kota Malang Purwono Tjokro Darsono sempat meminta Pemkot Malang untuk bergerak cepat menyesuaikan tarif angkot tersebut. Sebab kali terakhir ada kenaikan tarif terjadi pada 2016 lalu. ”Kami butuh regulasi dan solusi dari pemkot. Kalau sopir angkot sepihak menaikkan tarif juga akan serba salah,” terangnya. 

Jika dalam waktu dekat Pemkot Malang mau untuk memberikan solusi, Organda bakal menerima secara terbuka. Apalagi mayoritas angkot yang beroperasi menggunakan BBM jenis Pertalite perlu didaftarkan ke aplikasi MyPertamina. Pria yang akrab disapa Ipung itu ingin keberadaan angkot tak sampai mati karena kenaikan harga BBM. 

”Kalau ada kenaikan atau penyesuaian tarif, kami ingin semua pihak terlibat,” harap Ipung. Menanggapi hal itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Malang Handi Priyanto mengatakan bila dalam waktu dekat tarif angkot akan segera dinaikkan. Harga BBM yang naik dan berimbas pada biaya operasional menjadi alasan utamanya. ”Satu sampai dua minggu ke depan tarif sudah disesuaikan,” kata dia. 

Pria yang juga menjadi Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Malang itu menambahkan, proses diskusi untuk kenaikan tarif angkot bakal mengajak Organda dan para sopir. Tujuannya untuk menemukan solusi tarif yang sesuai dengan jauh dekatnya trayek. Namun untuk hitungan pasti, Handi belum bisa menyebut besaran kenaikan tarif angkot. 

Yang pasti menurutnya, kenaikan tarif angkot tak hanya melihat kenaikan harga BBM saja. Ada indikator lain yang dipakai. Seperti harga suku cadang, inflasi di Kota Malang dan biaya perawatan rutin. Handi memastikan kenaikan angkot tetap menguntungkan sopir dan penumpang. ”Jadi sekarang tarif tetap yang lama dulu, tapi kami tetap mau menaikkannya,” tandasnya. (adn/by) Editor : Mardi Sampurno
#harga angkot naik #dampak kenaikan bbm #Kota Malang #Harga BBM Naik