Pipa besi itu sudah terpasang sejak 1998 silam. Artinya, sudah 24 tahun pipa besi itu terpasang di sana. Untuk itu, Tugu Tirta mengganti pipa besi ke pipa jenis HDPE.
“Iya kami ganti karena sudah waktunya ganti agar distribusi air lebih maksimal,” kata Direktur Utama (Dirut) Perumda Tugu Tirta M. Nor Muhlas, kemarin.
Muhlas menambahkan jika penggantian ke jenis pipa HDPE lebih efektif. Terutama untuk daya tahan bisa lebih lama. Setidaknya pemasangan pipa berukuran empat dim itu bisa tahan lebih dari 25 tahun. Atau bisa dibilang dua kali lebih lama.
Masih kata Muhlas, pihaknya juga ingin mengganti pipa besi yang masih terpasang ke pipa HDPE. Misalnya saja di Jalan Ranugrati yang sempat jebol beberapa waktu lalu juga masih menggunakan pipa besi. Ditambah lagi usia pipa di jalan tersebut juga sudah lebih dari 30 tahun.
“Kami atur dulu (penggantian) sesuai manajemen aset kami,” jelas mantan anggota DPRD Kabupaten Malang periode 2004-2009 itu.
Penggantian pipa besi ke HDPE ditanggapi positif Ketua Komisi B DPRD Kota Malang Trio Agus Purwono. Menurutnya, penggantian pipa jadi salah satu solusi jangka pendek agar pelayanan distribusi air ke pelanggan tetap lancar. Selain itu berkaca dari usia pipa milik Tugu Tirta juga sudah usang.
“Perawatan berkala itu sudah keharusan, apalagi bicara pelayanan ya mau nggak mau harus meme takan pipa mana saja yang harus diganti,” tutur Trio.
Sebagai mitra kerja di komisinya, Trio sudah memberi saran ke Tugu Tirta untuk menginventarisasi pipa mana saja yang butuh diganti. Sebab permasalahan pipa jebol yang kerap terjadi juga diakibatkan karena usia pipa yang usang. Belum lagi faktor debit air juga memengaruhi umur pipa. (adn/abm) Editor : Mardi Sampurno