Padahal, kondisi awal kolong flyover itu hanya berupa lahan kosong. Namun, selama tiga bulan terakhir Pemkot Malang mengebut pembangunan taman di sana. Tujuannya, supaya lahan bisa dimanfaatkan sebagai ruang terbuka hijau (RTH).
Sejumlah pekerja dari CV Rumarama masih sibuk menyelesaikan pengerjaan. Lampu taman yang mirip di kawasan Kajoetangan Heritage dipasang mengelilingi area kolong flyover.
”Tidak lupa juga ada tanaman seperti Ketepeng Kencana segera ditanam,” kata Mandor Proyek CV Rumarama Jauhari.
Tak hanya itu saja, bangku untuk duduk santai juga sudah dipasang. Jauhari menyebut konsep taman yang dibangun lebih ramah anak-anak dan lansia. Untuk nama taman, dia mendapat informasi dari Pemkot Malang dinamakan Taman Kyai Malik.
Di tempat lain, Kepala Bidang (Kabid) RTH Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang Laode KB Al Fitra menjelaskan progres pembangunan taman itu sudah sesuai target. Sesuai jadwal, pada 18 Desember mendatang seluruh pengerjaan taman tuntas tergarap. Setelah itu, pihaknya segera meresmikan untuk digunakan warga.
”Rencana awal tahun (peresmian taman),paling bisa digelar Januari 2023,” ucap pejabat eselon III B Pemkot Malang itu.
Laode menambahkan untuk saat ini hanya tinggal beberapa pengerjaan yang perlu diselesaikan. Antara lain lampu taman, pohon peneduh, dan tempat bermain anak. Dengan begitu, warga di sekitar flyover tak jauh-jauh ke Alun-Alun Malang untuk menikmati fasilitas yang serupa. (mel/adn) Editor : Mardi Sampurno