Sebelum pandemi, kampung yang berada di RW 12 Kelurahan Kesatrian, Kecamatan Blimbing itu dikunjungi ribuan wisatawan. Dalam setiap hari, rata-rata dikunjungi 400 hingga 1.000 wisatawan. ”Sempat mendapat omzet Rp 25 juta per hari, dari hasil penjualan tiket seharga Rp 3.000 sekali masuk,” katanya. Namun setelah pandemi, jumlah kunjungan wisatawan merosot drastis. ”Saat ini ratarata mencapai 70 hingga 100 pengunjung per hari,” katanya.
Meski tidak sebanyak sebelum pandemi, menurutnya angka tersebut sudah mengalami kenaikan dibanding bulan- bulan sebelumnya. Sedangkan terkait kunjungan wisatawan mancanegara, Adnan menambahkan, jumlahnya cukup besar. “Dari total 70 wisatawan, sekitar 30 hingga 40 orang di antaranya dari mancanegara,” bebernya.
Selain memperbaiki spot, Adnan bersama pengurus paguyuban Kampung Tridi juga melakukan upaya lain untuk memikat wisatawan. “Kami mulai melakukan perawatan lukisan dan akan menambah spot,” ungkapnya. (kr1/dan) Editor : Mardi Sampurno