Dengan demikian, empat bulan lagi dipermak. Renovasinya mulai dari atap, kamar mandi, sampai interior juga di make-over. ”Kami target pertengahan April sudah ada lelang tender untuk mencari rekanan,” ujar Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Kadisporapar) Kota Malang Baihaqi saat dikonfirmasi, kemarin (29/12).
Sebelum dimulai pengerjaan fisik, disporapar menyiapkan Detail Engineering Design (DED). Mereka menargetkan, mulai Januari sudah digarap DED, sehingga beberapa bulan kemudian bisa dilelang untuk pengerjaan fisiknya. Pejabat eselon II B Pemkot Malang itu memperkirakan, penyusunan DED membutuhkan waktu paling lama dua bulan. Artinya, saat Maret 2023 ada waktu persiapan lebih panjang sebelum melakukan lelang tender. Mengingat ke depan dia menarget perbaikan fisik GOR maksimal tiga bulan saja.
Dengan demikian, sekitar Juli 2023 wajah GOR Ken Arok bisa lebih rapi. ”Nanti perbaikannya bertahap. Sementara fokus arenanya dulu. Kemudian baru area sekitarnya, mungkin tahun depan,” ujar Baihaqi. Area sekitar yang dimaksud Baihaqi yakni di utara GOR akan ada fasilitas wall climbing (panjat dinding). Dengan begitu, GOR Ken Arok bisa dikatakan ramah untuk dipakai olahraga. Di sisi lain, dia juga berencana memasang pagar pembatas antara PKL dengan fasilitas olahraga.
Sebab dia tak ingin atlet maupun masyarakat yang menggunakan terjadi konflik. Menanggapi hal itu, Anggota Komisi D DPRD Kota Malang Ahmad Fuad Rahman mengatakan, renovasi GOR perlu dieksekusi secepat mungkin. Apalagi sudah dua tahun ini tak ada anggaran perawatan untuk sejumlah fasilitas olahraga. ”Memang sudah seharus nya disporapar membuat jadwal perencanaan perbaikan. Dengan begitu, proyek perbaikan tidak akan molor,” kata dia. (adn/dan) Editor : Mardi Sampurno