Puluhan bambu terpaksa dipasang pihak Kelurahan Kasin untuk menyangga sementara tembok agar tidak roboh. Selain itu, terdapat tali rafia yang dipasang untuk menghalau masyarakat yang hendak berhenti di sana. Menurut salah satu penggali kubur TPU Kaisn Muhammad Ali, sudah berbulan-bulan dinding makam itu miring. Bahkan, di sana juga dipasang banner larangan berjualan.
”Sebelumnya memang dibiarkan, karena sebentar lagi ada Haul dari Pondok Pesantren Darul Hadits Al-Faqihiyyah jadi dipasang,” kata dia saat ditemui kemarin (17/1). Haul yang berlangsung setiap tanggal 21 Januari itu dijelaskan Ali biasanya banyak para pedagang yang berjualan. Karena itu, kini di dinding makam dipasang banner larangan berjualan.
Dia sempat mengusulkan ada perbaikan tembok ke Kelurahan Kasin. Kini, dia hanya bisa menunggu janji perbaikan. Mengingat cuaca angin dan hujan yang terjadi saat ini berpotensi merobohkan tembok.
Menanggapi kondisi tersebut, Ketua Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Pemakaman Umum (PPU) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang Subaedi menegaskan tahun ini pihaknya memang berencana melakukan perbaikan. Perbaikan akan dilakukan pada dinding makam dengan panjang sekitar 30 meter itu. ”Insha Allah akan direvitalisasi antara tiga atau empat bulan lagi,” ungkap Subaedi.
Sebagai informasi, saat ini di Kota Malang terdapat 9 makam yang dikelola UPT PPU. Namun, untuk tahun 2023 Subaedi menyatakan jika makam yang memerlukan revitalisasi hanya TPU Kasin terlebih dahulu. Sementara untuk anggaran, dia belum mau berkomentar lebih banyak. (mel/adn) Editor : Mardi Sampurno