Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Korsleting Listrik Bioskop Penyebab Kebakaran Malang Plaza

Yudistira Satya Wira Wicaksana • Rabu, 17 Mei 2023 | 19:00 WIB
PAPARAN : Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Budi Hermanto memaparkan hasil investigasi Laboratorium Forensik Polda Jatim terkait kebakaran Malang Plaza. (Suharto/Radar Malang)
PAPARAN : Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Budi Hermanto memaparkan hasil investigasi Laboratorium Forensik Polda Jatim terkait kebakaran Malang Plaza. (Suharto/Radar Malang)
 

MALANG KOTA – Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jatim akhirnya menuntaskan penelitian kebakaran Malang Plaza. Mereka berkesimpulan bahwa kebakaran hebat pada 2 Mei 2023 dini hari itu diawali korsleting listrik di Gedung Bioskop yang menempati lantai 3. Tidak ditemukan sisa bahan-bahan hydrocarbon yang bisa mengarahkan dugaan bahwa ada unsur kesengajaan dalam kebakaran tersebut.

Hasil penelitian itu dirilis di Mapolresta Kota Malang kemarin siang (16/5. Dalam rilis pukul 13.00 tersebut, Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Budi Hermanto tidak serta merta menjelaskan langsung inti penyebab kebakaran. Melainkan terlebih dulu membeberkan kronologi awal munculnya api.

Menurutnya, kejadian tersebut pertama kali diketahui oleh satpam Malang Plaza pada pukul 00.45. ”Saat itu juga dia menelepon damkar,” terang polisi yang akrab dengan panggilan Buher itu.

Petugas sekuriti tersebut tidak melakukan upaya pemadaman pertama dengan alat pemadam api ringan (APAR). Alasannya, karena api sudah membara besar sehingga tidak dapat dipadamkan dengan alat kecil.

Penjelasan Budi itu berbeda dengan keterangan para saksi di lokasi kejadian saat terjadi kebakaran. Misalnya yang diungkapkan Arianto, sekuriti Hotel Santosa. Dia melihat orang berlarian keluar Malang Plaza tepat tengah malam atau pukul 00.00. Saat itu api juga sudah terlihat di bagian atas Malang Plaza.

Bisa jadi sekuriti Malang Plaza yang diperiksa polisi itu bukan orang pertama yang melihat kobaran api. Bisa juga dia orang yang pertama melihat api berkobar di gedung bioskop dan sudah sangat besar. Karena itu dia tidak berani melakukan pemadaman dengan APAR. Tim damkar baru memulai pemadaman pada pukul 01.12 hingga siang hari.

Sementara itu, Labfor Polda Jatim sempat hendak memulai memeriksakan lokasi kejadian pada 3 Mei 2023. Karena kondisi TKP masih terlalu panas, pemeriksaan dan pengambilan sampel baru dilakukan pada 4 Mei 2023.

Buher menjelaskan, lokasi awal kebakaran ada di gedung bioskop. ”Di studio satu, di sekitar panggung layar,” ungkap dia. Tayangan film terakhir di bioskop tersebut selesai pada pukul 23.30. Petugas bioskop pun sudah mematikan lampu dan monitor.

Menurut Buher, Labfor Polda Jatim sudah melakukan analisis menggunakan instrumen gas chromatograph spectrometer (GCS). Hasilnya tidak ditemukan sisa bahan hydrocarbon seperti bensin atau pelarut yang mudah menyala. Artinya, tidak ada tanda-tanda bahwa gedung tersebut dibakar secara sengaja oleh orang tak bertanggung jawab.

Tengara penyebab kebakaran justru ditemukan pada sampel kabel instalasi listrik ukuran 2 x 2,5 milimeter yang kondisinya meleleh dan putus. Akhirnya didapat kesimpulan bahwa penyebab kebakaran adalah kebocoran arus pada instalasi listrik di gedung bioskop. Lebih tepatnya, terjadi akumulasi panas dari arus listrik hingga melelehkan dan membakar isolasi kabel. Kemudian api merembet ke media lain seperti kertas, plastik, kain, kayu, dan spons.

Tapi, Buher menyebut penyelidikan perkara itu belum selesai. Selama menunggu hasil penelitian Labfor Polda Jatim, pihaknya juga melakukan penyelidikan dengan meminta keterangan dari 9 saksi. Di antaranya, kepala sekuriti Malang Plaza, tiga anggota sekuriti, teknisi listrik, teknisi air, cleaning service, operator bioskop Mandala, dan Direktur Malang Plaza.

Jika didapati informasi lanjutan dari labfor, maka tidak menutup kemungkinan polisi akan memanggil lagi saksi lain atau saksi yang sudah pernah dimintai keterangan. Langkah terkini adalah melihat apakah gedung tersebut masih dalam kategori laik fungsi atau tidak.

“Kami akan mengkaji bersama Pemkot Malang soal status kelayakan gedung itu. Biasanya bangunan secara fisik bisa bertahan 25 sampai 30 tahun ke depan. Tapi instalasi listrik, kabel, dan air belum tentu dilakukan maintenance,” kata dia.

Sementara itu, rilis hasil penelitian Labfor Polda Jatim langsung direspons kuasa hukum para tenant, Abdul Wahab Adhinegoro. Dia menjelaskan, kasus kebakaran itu berpotensi menyeret pihak pengelola bioskop Mandala 21 dan PT Hakim Sentosa selaku pemilik gedung.

”Kalau melihat rilis kepolisian, titik api berasal dari Mandala 21. Bisa jadi kami menuntut tanggung jawab dari tiga pihak. Yakni pemilik gedung, manajemen Malang Plaza, dan Bioskop Mandala 21,” tegas advokat dari Kantor Hukum Artono, Wahab, and Associates itu.

Dia menjelaskan, dalam undang-undang disebutkan jika terjadi kebakaran, tanggung jawab ada pada pemilik maupun pengguna bangunan. Namun, pihaknya masih akan melakukan kajian lebih dulu. Dia juga langsung meminta manajemen Malang Plaza bertemu pekan ini.

Wahab berencana membahas perihal relokasi hingga ganti rugi. Termasuk mencari tahu hubungan antara manajemen Malang Plaza dengan PT Hakim Sentosa. ”Bisa saja kami minta agar PT Hakim Sentosa tidak menarik asuransi untuk menjamin kerugian,” tegas dia.

Selain itu, Wahab juga tetap berkomunikasi dengan Wali Kota Malang untuk memastikan skema bantuan perbankan kepada tenant. Saat ini, ada 125 tenant yang menunjuk mereka sebagai kuasa hukum. Di antara ratusan tenant itu, 30 tenant mengajukan bantuan perbankan berupa rescheduling, restrukturisasi, KUR, hingga top up kredit. ”Kami pun akan bersurat ke OJK (otoritas jasa keuangan) dalam rangka memastikan bank mana yang ditunjuk menyediakan KUR,” imbuh dia.

Ditanya terkait rekapitulasi kerugian, Wahab menyebut baru 50 persen dari 125 tenant yang berhasil dihitung. Total kerugian sekitar Rp 18,6 miliar. (biy/mel/fat) Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#jawa pos radar malang #media online malang #berita malang #radar malang hari ini #kebakaran malang plaza #berita malang hari ini #malang plaza kebakaran #radar malang #malang plaza terbakar