Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Wali Kota Jajaki Pengembangan Pariwisata dan Budaya di Kota Nanning, Guangxi

Neny Fitrin • Jumat, 16 Juni 2023 | 19:32 WIB
STUDI BANDING: Wali Kota Malang Drs H Sutiaji dan jajaran (deret kiri) menyimak paparan pengembangan pariwisata di Guangxi Tourism Development, Selasa (13/6)
STUDI BANDING: Wali Kota Malang Drs H Sutiaji dan jajaran (deret kiri) menyimak paparan pengembangan pariwisata di Guangxi Tourism Development, Selasa (13/6)
Catatan dari Lawatan Wali Kota Malang Drs H Sutiaji ke Republik Rakyat Tiongkok (RRT)

Tiga agenda penting dilakukan oleh Wali Kota Malang Drs H Sutiaji selama kunjungan kerjanya ke China, kemarin. Mulai dari memperluas pasar UMKM, meninjau teknologi pengolahan sampah, dan terakhir studi pariwisata.



NANNING, GUANGXI- Hari terakhir di Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Selasa (13/6) dimanfaatkan Wali Kota Malang Drs H Sutiaji Sutiaji untuk bertolak ke Kota Nanning, Guangxi. Tujuannya menjajaki pengembangan pariwisata serta manajemen promosi wisata dan kebudayaan di Guangxi Tourism Development.

Meskipun Kota Nanning tidak begitu terkenal dibanding Shanghai, Beijing, dan Guangzhou, namun kota ini menjadi salah satu destinasi andalan wisatawan lokal maupun mancanegara. Kota Nanning menawarkan keindahan kotanya saat malam, lanskap kota yang unik, destinasi kuliner, pemandangan tepi Sungai Yongjiang, maupun taman kota.

"Karena itu, setelah dari Beijing, saya ingin mempelajari pengembangan pariwisata dan budaya yang dilakukan oleh Guangxi Tourism Development Group," ujarnya.

Photo
Photo
LAWATAN TERAKHIR: Wali Kota Malang (kiri) disambut oleh jajaran Guangxi Tourism Development saat berkunjung ke Kota Nanning, Provinsi Guangxi.

Perusahaan yang bergerak dibidang investasi pariwisata dan insfrastruktur itu menurutnya melakukan berbagai inovasi untuk mengembangkan pariwisata Kota Nanning. "Kota Nanning selama ini dikenal dengan kota hijau dan kota air," kata dia melalui panggilan video dengan Bagian Humas Kota Malang.

Laki-laki yang akrab disapa Sam Sutiaji tersebut memaparkan bahwa banyak taman yang menjadi pusat wisata di Kota Nanning; Artinya, secara demografi hampir sama dengan Kota Malang yang juga memiliki banyak taman serta hutan kota yang kerap menjadi tujuan lokasi berwisata.

"Kesamaan ini menjadi salah satu fokus utama pengembangan wisata di Kota Malang; termasuk wisata event yang menjadi andalan wisata di kota kita," jelas dia.



Sutiaji menambahkan, Kota Malang sebagai kota pariwisata memiliki beragam destinasi. Mulai dari kampung tematik, wisata kuliner, wisata heritage, wisata taman tematik, festival, wisata edukasi dan inovasi. Daya tarik bangunan cagar budaya seperti ikon Balai Kota Malang pun terus dikuatkan.

“Pengembangan destinasi baru seperti Kayutangan Heritage telah menjadi salah satu strategi pariwisata. Magnet Kayutangan cukup tinggi, sehingga di tengah pembangunan saat ini sudah menarik animo banyak masyarakat,” jelasnya.

Berdasarkan Peraturan Walikota Malang Nomor 34 Tahun 2014 tentang Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah, bahwa potensi kepariwisataan Kota Malang harus dibina dan dikembangkan guna menunjang pembangunan daerah pada umumnya dan pembangunan kepariwisataan pada khususnya.

Photo
Photo
BANYAK PERSAMAAN: Wali Kota Malang Drs H Sutiaji menerima cindera mata dari perwakilan Guangxi Tourism Development.

Dan semuanya tidak hanya mengutamakan segi-segi finansial saja, melainkan juga segi-segi agama, budaya, pendidikan, lingkungan hidup, ketentraman dan ketertiban serta kenyamanan. Sehingga diharapkan pengembangan potensi kepariwisataan yang tersebar di Kota Malang juga mampu mewujudkan keterpaduan dalam kegiatan penyelenggaraan kepariwisataan yang berwawasan lingkungan.

"Saya berharap kunjungan ke Kota Nanning mampu memberikan penguatan pengembangan pariwisata dan majanemen promosi wisata di Kota Malang," kata dia. "Terutama melalui berbagai inovasi dan penyiapan insfrastruktur penunjang di berbagai alternatif wisata lainnya," sambung Sutiaji.

Apalagi, Kota Malang tidak memiliki wisata alam yang dapat menarik perhatian wisatawan. Karenanya, harus kreatif mengembangkan alternatif wisata lainnya dengan melibatkan akademisi, dunia usaha, media, dan industri keuangan sebagai kolaborasi hexahelix. (Jprm3/adk/nen) Editor : Neny Fitrin
#Beijing ##radarmalang#radarmalang hari ini#raarmalang online #UMKM #budaya #Guangxi #Guangxi Tourism Development #studi banding #kunjungan kerja #Tiongkok #Nanning #China #Kota Malang #Pariwisata #wali kota malang Drs H Sutiaji #Pengolahan Sampah #Kajoetangan Heritage