Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Enam Pasar Tradisional Terapkan Transaksi Nontunai

Aditya Novrian • Minggu, 30 Juli 2023 | 20:22 WIB

TINGGAL SCAN: Lapak pedagang di Pasar Oro-Oro Dowo, Klojen terpasang papan akrilik QRIS. (Durotul Karimah/Radar Malang)
TINGGAL SCAN: Lapak pedagang di Pasar Oro-Oro Dowo, Klojen terpasang papan akrilik QRIS. (Durotul Karimah/Radar Malang)

MALANG KOTA - Sistem pembayaran Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) kini bisa diakses di pasar tradisional. Sedikitnya enam pasar telah menerapkan sistem pembayaran nontunai tersebut. Keenam pasar itu antara lain Pasar Klojen, Pasar Oro-Oro Dowo, Pasar Kasin, Pasar Wilis, Pasar Bunulrejo, dan Pasar Sawojajar.

Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang Eko Sri Yuliadi mengatakan, pembeli dan pedagang tak perlu ribet lagi membayar pakai uang tunai. Sistem pembayaran QRIS justru jadi alternatif jika pembeli kekurangan uang.

”Memang harus terhubung ke mobile banking, tapi beberapa pedagang mengaku terbantu karena tak perlu repot mencari uang kembalian,” jelas dia.

Tak berhenti di enam pasar saja, diskopindag juga berencana menambah sistem pembayaran nontunai di 20 pasar tradisional. Meski cukup banyak, Eko menarget secara bertahap menerapkan pembayaran QRIS di pasar tradisional. Jika sudah terpasang, maka kesan pasar yang tak tertata bisa membawa kesan nyaman dan aman untuk pedagang maupun pembeli.

Salah satu pedagang klepon di Pasar Oro-Oro Dowo Sony mengatakan, sudah sekitar tiga bulan menerapkan sistem pembayaran nontunai. Dia merasa jual beli jadi lebih fleksibel.

”Kebanyakan pembeli bayar pakai QRIS, lebih enak dan tak repot jika butuh uang kembalian,” ungkap Sony.

Sebanyak 180 pedagang di sana kini sudah memakai pembayaran QRIS. Meski demikian, Sony tetap menerima pembayaran secara tunai. Mengingat transaksi dengan QRIS hanya menjadi alternatif. Masih banyak pembeli yang membayar secara tunai karena lebih nyaman memakai sistem tersebut.

”Bagi kami tidak ada masalah selama memang ada transaksi, karena kemajuan teknologi juga semakin maju,” tandas Sony. (dur/adn)

Editor : Aditya Novrian
#pasar #qris #Kota Malang #Pemkot