Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Satu Sepeda di Kota Malang Seharga Rp 100 Juta

Mahmudan • Minggu, 6 Agustus 2023 | 22:10 WIB
GUYUB RUKUN: Deretan sepeda tua parkir di depan Museum Brawijaya, Jalan Ijen, Minggu pagi (30/7). Puluhan sepeda tersebut milik Komunitas Sepeda Tua Indonesia (Kosti) Kota Malang.
GUYUB RUKUN: Deretan sepeda tua parkir di depan Museum Brawijaya, Jalan Ijen, Minggu pagi (30/7). Puluhan sepeda tersebut milik Komunitas Sepeda Tua Indonesia (Kosti) Kota Malang.

 

 

MALANG KOTA - Hobi mengoleksi sepeda tua ternyata menjadi peluang bisnis bagi Pungki, salah satu kolektor sepeda tua sekaligus pengurus Kosti Kota Malang. ”Saya ini termasuk kolekdol,” katanya sembari tertawa. ”Suka koleksi tapi beberapa sepeda juga saya dol (jual),” tambah pria yang akrab disapa Bekhur tersebut. 

Di gudangnya di perumahan Araya, dia memiliki 30 unit sepeda tua dengan berbagai merek. Mulai merek Simplex, Humber, Gazelle, hingga Fongers. ”Koleksi saya yang paling mahal adalah Spalding Chainless produksi tahun 1895,” katanya. 

Sepeda tersebut dibanderol Rp 100 juta. Kenapa mahal? Bekhur menyebutkan, sepeda tersebut impor dari Amerika dan satu-satunya di Indonesia. "Part-partnya dan catnya juga masih orisinal," ungkapnya. 

Sepeda yang menggunakan penggerak gardan tersebut memang unik, karena tidak menggunakan  sistem rantai untuk bergerak. Bentuk sadel juga tak biasa. Tidak utuh satu tapi ada garis di tengahnya. Meski sudah berusia 128 tahun, namun masih utuh dan dapat digunakan layaknya sepeda onthel pada umumnya. ”Sepeda ini pernah ditawar Rp 50 juta, tapi saya tahan karena hanya ada satu di Indonesia,” tambahnya.

Selain itu, ada juga merek Fongers BDG 3 yang diproduksi pada 1902. Ia mengatakan, harga sepeda tersebut mencapai Rp 80 juta.  "Untuk penentuan harga, tidak ada patokannya. Tetapi kami menentukan dari merek, masa pemakaian sepeda, dan keaslian part-part nya," terangnya.

Awalnya Bekhur hanya memiliki satu sepeda tua yang Ia beli dari Mojokerto. Kemudian pada 2006 bergabung dengan komunitas sepeda tua, lalu akhirnya belajar teknik merawat dan me-repair sepeda-sepeda tua. ”Awalnya, sepeda saya ditawar oleh teman-teman, padahal saya tidak niat menjual. Ternyata bisa lebih mahal, akhirnya saya mulai menggeluti sepeda tua," ungkapnya.

Pada event Sowan Kosti Kota Malang beberapa bulan lalu, dia berhasil menjual satu sepeda miliknya dengan harga Rp 25 juta. Pembelinya adalah orang Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Sebelumnya, sepeda miliknya dibeli orang Malaysia dan Brunei Darussalam.(dur/dan)

 

Editor : Mahmudan
#sepeda tua #Kota Malang #komunitas #onthel