MALANG KOTA – Pencopotan baliho bacapres Anis Baswedan oleh kader Partai Demokrat (PD) di sejumlah daerah di Indonesia, juga terjadi di Kota Malang. Kemarin (1/9), dua bakal calon anggota legislatif (bacaleg) yang sudah telanjur memasang baliho bergambar Anis Baswedan-AHY, diimbau untuk mencopot.
Pencopotan serentak di sejumlah daerah sesuai instruksi DPP PD. Instruksi itu untuk merespons langkah politik Anis dan Partai Nasdem yang dinilai meninggalkan AHY, kemudian menggandeng Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar.
Sekretaris DPC Partai Demokrat Kota Malang Achmad Anang Fatoni mengatakan, pihaknya sudah memerintahkan para bacaleg yang telanjur memasang baliho bergambar Anies Baswedan dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk melakukan pencopotan. ”Salah satu bacaleg dari Dapil Sukun bilang sudah mencetak banyak baliho, tapi baru terpasang sekitar dua,” ujar dia, kemarin (1/9).
Sementara bacaleg dari Dapil Lowokwaru sudah memasang satu baliho di Jalan Sudimoro. "Tapi apakah sudah dicopot atau belum, saya belum mendapat laporan lagi," imbuhnya.
Apakah ada bacaleg lain yang juga memasang? Anang mengatakan, sampai saat ini baru menerima laporan dari dua bacaleg. Pihaknya akan menunggu instruksi dari DPP untuk keputusan lebih lanjut. "Termasuk bagi bacaleg yang tidak segera melakukan pencopotan baliho. Kalau sekarang baru sekadar imbauan," katanya.
Sedangkan Ketua DPC Partai Demokrat Kota Malang Imron menambahkan, pencopotan baliho oleh kader-kader di daerah dilakukan pasca bacapres Anies Baswedan dikabarkan akan menggandeng Cak Imin (Muhaimin Iskandar) sebagai bakal calon wakil presiden.
Hal ini dianggap mengejutkan karena selama ini Anies kerap disandingkan dengan Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono. Sebaliknya, Cak Imin dikaitkan dengan Prabowo Subianto. "Pengumumannya disampaikan oleh DPP tadi malam secara serentak. Untuk kelanjutannya kami masih menunggu," ucapnya. (mel/dan)
Editor : Mahmudan