MALANG KOTA – Bila rencana ini terealisasi, bakal ada fasilitas baru di Kajoetangan Heritage.
Fasilitas itu yakni sepeda listrik.
Kehadirannya ditujukan untuk memudahkan mobilitas wisatawan di sana.
Rencananya, Pemkot Malang akan menggandeng PT Beam Mobility Indonesia untuk pengadaan fasilitas tersebut.
Hal itu disampaikan Staf Ahli 3 Walikota Malang Drs Alie Mulyanto MM setelah menghadiri peluncuran sepeda listrik di Universitas Brawijaya (UB) kemarin (4/10).
Pihaknya mengapresiasi upaya UB dalam mengurangi emisi karbon.
Sebab, polusi udara akibat penggunaan kendaraan berbahan bakar fosil menjadi penyebab utama perubahan iklim.
Isu itu kini juga tengah menjadi sorotan global.
Alie mengaku Kota Malang mungkin saja juga ikut menggunakan sepeda listrik tersebut.
”Kalau menggunakan itu mungkin untuk permulaan akan kami tempatkan di kawasan Kajoetangan Heritage hingga Balai Kota Malang,” kata dia.
Ke depan, dia mengaku bakal menyampaikan usulan itu kepada Pj Wali Kota dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang.
”Nanti baru kami akan berdiskusi dengan PT Beam Mobility,” imbuhnya.
UB menjadi kampus ketiga di Indonesia yang telah menggunakan fasilitas sepeda listrik.
Sekaligus pertama dan satu-satunya di Jawa Timur.
Head of Communication PT Beam Mobility Bagus Sukmana mengatakan, pihaknya menurunkan 100 sepeda listrik untuk tahap pengenalan.
Jumlah itu bisa bertambah bila animo pengguna tinggi.
Saat ini sudah ada 9 area parkir yang tersebar di beberapa titik.
Bagus menyebut, transportasi itu lebih efisien untuk mobilitas dalam jarak dekat.
Sebab, perhitungan tarif pembayarannya per menit.
“Setiap menitnya akan dikenakan tarif Rp 700,” ucapnya.
Tarif itu akan ditambah biaya unlock di awal sebesar Rp 1.700.
Bagus juga mengatakan pengoperasian sepeda listrik itu cukup mudah.
Pengguna hanya perlu menginstal aplikasi yang ada di playstore.
Lalu, scan barcode yang menempel pada sepeda listrik.
”Untuk pembayaran bisa dengan OVO dan aplikasi pembayaran online lainnya,” ucapnya.
Lebih lanjut, Bagus menyampaikan bila sepeda listrik itu sudah menggunakan IoT (Internet of Things).
Karena itu, sepeda listrik akan mati secara otomatis bila digunakan di luar kawasan kampus UB.
Sementara itu, Direktur Badan Pengelola Usaha (BPU) UB Prof Drs Nurkholis mengatakan bila peluncuran sepeda listrik itu akan diikuti dengan penataan titik parkir.
Dengan begitu, diharapkan pemberian fasilitas sepeda listrik itu mampu dioptimalkan.
Ke depan juga penggunaan sepeda listrik itu akan dimasifkan.
”Bisa saja suatu saat penggunaan kendaraan bermotor dilarang di UB. Namun, harus didukung dengan kebijakan transportasi publik di Kota Malang yang relevan,” kata dia. (dre/by)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana