Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Akademisi Sorot Warkop Tepi Sungai di Malang

Mahmudan • Sabtu, 14 Oktober 2023 | 05:52 WIB
SUGUHKAN KEINDAHAN: Selain pengunjung lokal, warga mancanegara juga tertarik ngopi di tepi sungai.
SUGUHKAN KEINDAHAN: Selain pengunjung lokal, warga mancanegara juga tertarik ngopi di tepi sungai.

 

MALANG KOTA - Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Brawijaya (UB) sekaligus pengusaha coffee shop Dias Satria SE MAppEc PhD mengatakan, menjamurnya warkop dengan konsep baru mengindikasikan bahwa preferensi konsumen sudah berbeda. ”Kopi tidak hanya sebuah produk, tetapi tempat engagement atau berkomunikasi dua arah," tutur Dias. 

Sehingga kebanyakan konsumen mencari tempat ngopi bukan sekadar menyeruput kopi, melainkan bertemu teman. Hal inilah yang ditangkap oleh pengusaha kopi dengan menyuguhkan suasana yang tak biasa. "Low level ini yang saya pikir ada di pasar, di pinggir sungai dan di tempat-tempat yang berbeda (seperti kolong jembatan) merupakan sebuah terobosan yang baru," terangnya.

Dia memaparkan, kebutuhan tentang kopi di Kota Malang sudah tersebar mulai high end, middle end hingga low end. Untuk itu, dia melanjutkan, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) perlu lebih pintar mencari ide untuk menarik konsumen.

Dias menambahkan, coffee shop tidak hanya tempat meminum kopi tetapi juga social interaction. "Dengan social interaction tersebut, anak muda lokal Malang ini akan semakin berkembang," tuturnya. 

Sehingga, lanjutnya, coffe shop yang menawarkan pengetahuan tentang komunitas dan hobi akan memiliki nilai lebih bagai konsumen. "Ini menjadi warning bagi para pelaku bisnis kopi bahwa interior yang bagus, kopi yang enak itu bukan segalanya. Sekarang ini, konsep yang menarik lah yang dicari pelanggan sekarang," kata dia. (dur/dan)

Editor : Mahmudan
#Warkop #Kota Malang #tepi sungai