Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Jembatan Kaca Kampung Warna-Warni Malang Retak, Akses Ditutup

Yudistira Satya Wira Wicaksana • Selasa, 31 Oktober 2023 | 18:00 WIB

 

Jembatan kaca di Kampung Warna-Warni Jodipan (KWJ) masih ditutup untuk pengunjung. Itu setelah ditemukan retakan pada bagian lantainya.
Jembatan kaca di Kampung Warna-Warni Jodipan (KWJ) masih ditutup untuk pengunjung. Itu setelah ditemukan retakan pada bagian lantainya.

MALANG KOTA - Ada dua faktor yang diduga menjadi penyebab retak jembatan kaca di Kampung Warna-Warni Jodipan (KWJ) Malang.

Yang pertama karena proses pengecorannya kurang tepat.

Dugaan kedua karena efek dari cuaca ekstrem dalam beberapa waktu terakhir.

Dua dugaan itu diakomodir dari hasil observasi awal yang dilakukan Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang.

Sebagai informasi, keretakan yang terjadi berada di sisi utara jembatan.

Titik yang mengalami retak bukan di bagian kaca.

Melainkan berada di sambungan, antara kolom jembatan dan lantai kaca.

Kepala DPUPRPKP Kota Malang Dandung Djulharjanto membenarkan.

Keretakan itu bisa saja karena proses pengecoran yang dilakukan terpisah antara kolom dengan plat lantai.

”Karena kurang mampu menahan beban, timbul lah retakan kecil. Kemudian terpapar cuaca ekstrem, atau cuaca panas membuat retakan bertambah,” terangnya.

Untuk perbaikan, pihaknya merekomendasi agar lantai yang retak dibongkar dan dilakukan pengecoran ulang.

”Setelah lantai jembatan dan kolom yang retak dibongkar, nanti ditambahkan besi tulangan (sambungan besi). Lalu dicor kembali sebagai satu kesatuan,” jelas Dandung.

Di sisi lain, meskipun tidak ditemukan retakan pada bagian kaca, Dandung menyebut bila itu tetap perlu perawatan.

Salah satunya dengan penambahan sealant (lem khusus untuk merekatkan kaca).

Yang menjadi persoalan saat ini yakni jembatan tersebut belum diserahkan ke pemkot.

Sehingga DPUPRPKP Kota Malang belum bisa melakukan perbaikan secara langsung.

Untuk diketahui, pembuatan jembatan kaca itu berasal dari dana Corporate Social Responsibility (CSR) salah satu produsen cat asal Malang.

”Kami akan bahas perbaikan ini dengan disporapar dan pembuat jembatan pada Selasa besok (hari ini). Gambar konstruksi secara lengkap masih dipegang pembuatnya,” tandasnya.

Meskipun belum masuk aset pemerintah, Dandung memastikan bila pemkot tetap memberi perhatian. Sebab jembatan itu merupakan salah satu ikon Kota Malang.

Ketua RT 3 RW 12 Ahmad Soleh menerangkan, retakan di titik tersebut sudah terjadi tiga kali.

Sebelumnya, warga sudah menambal secara swadaya, namun tak berselang lama kembali muncul retakan lagi.

”Sebelum ditutup, itu kami sudah membatasi (jumlah pengunjung) yang naik. Maksimal 20 orang berada di atas jembatan,” kata dia.

Soleh berharap perbaikan bisa segera dilakukan agar tidak muncul retakan lagi. (adk/by)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#kampung warna-warni malang #jembatan kaca