MALANG KOTA - Ada berbagai macam upaya yang bisa dilakukan untuk mengasah kreativitas anak down syndrome. Salah satunya melalui diamond painting atau melukis menggunakan manik-manik. Seperti yang ditekuni oleh Dzaky Alhaf Wijaya kemarin.
Sejak lahir, Dzaky dia sudah mengidap down syndrome ringan. Sang ibu, Prihatin Rusni berupaya mewadahi kreativitas Dzaky dengan kegiatan-kegiatan seperti latihan melukis. "Dia suka menggambar sejak kelas 4 SD, tapi berupa coret-coretan atau menggambar asal," kata Prihatin kemarin (5/12).
Belum lama ini, Dzaky melihat tantenya yang menekuni diamond painting. Karena tertarik, Dzaky meminta dibelikan peralatan yang sama dengan tantenya.
Menurut Prihatin, Dzaky biasanya menyusun pola-pola untuk diamond painting saat malam hari. Tepatnya hingga pukul 24.00. "Ini karena dia sering tidak bisa tidur," imbuhnya.
Sudah tiga bulan terakhir Dzaky menekuni diamond painting. Sedikitnya ada 10 karya yang sudah dihasilkan bocah berusia 11 tahun tersebut. Enam di antaranya laku dijual saat pameran di Kota Batu beberapa waktu lalu. Kemudian tersisa empat lukisan bermotif tokoh kartun Spongebob, Doraemon, beruang, dan Kuroki. Satu lagi lukisan lumba-lumba yang dibuat bersama kakaknya selama tiga bulan. "Sekarang sudah ada empat lukisan lagi yang mau dikerjakan Dzaky," ungkapnya.
Setelah jadi, lukisan dengan ukuran kecil akan dijual Rp 80 ribu. Kemudian yang ukuran besar dibanderol Rp 250 ribu. Saat tahu lukisannya laku, Dzaky pun merasa senang. (mel/dan)
Editor : Mahmudan