Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Gelontor 105 Ton Sembako Murah di Malang selama Sepekan

Yudistira Satya Wira Wicaksana • Selasa, 2 Januari 2024 | 20:00 WIB
Sembako sebanyak 105 ton digelontorkan Pemkot Malang
Sembako sebanyak 105 ton digelontorkan Pemkot Malang

MALANG KOTA – Selama sepekan, 24-31 Desember lalu, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menggelontor 105 tom sembako murah di pasar tradisional. 

Tujuannya untuk mengantisipasi inflasi selama musim libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). 

Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang Eko Sri Yuliadi memaparkan, tiga pasar yang dipasok sembako murah adalah Pasar Blimbing, Pasar Dinoyo, dan Pasar Besar Malang. 

Di antaranya berupa beras, bawang merah, cabai merah, cabai rawit, dan telur.

”Paling banyak yang kami sediakan ya beras. Dari bulog saja 5 ton per hari, sedangkan distributor lain juga memasok 5 ton,"  ujar Eko Sya kemarin. 

Kemudian untuk bawang putih dan bawang merah dipasok 2 ton. 

Telur dan cabai masing-masing 1 ton.

Baca Juga: Di Malang, Wamendag RI Cek Harga Sembako

Barang-barang yang dipasok tersebut langsung ludes diserbu masyarakat. 

"Karena kami menjual jauh di bawah harga pasaran, jadi banyak yang membutuhkan. Ini merupakan intervensi pemerintah untuk menekan harga dan menjaga ketersediaan pokok selama libur panjang," terangnya. 

Dia mencontohkan cabai. 

Harga di pasaran masih berkisar Rp 80 ribu per kilogram. 

Tapi kiriman dari pemerintah yang masuk warung tekan inflasi hanya dibanderol Rp 55 ribu per kilogram, sehingga lebih murah Rp 25 ribu. 

Kemudian beras hanya dibanderol antara Rp 40 ribu hingga Rp 51 ribu per kemasan 5 kilogram, sementara di pasaran menembus Rp 70 ribu. 

Lalu harga telur dibanderol Rp 17 ribu, sementara di pasaran masih Rp 25 ribu per kilogram.

"Karena harga jual sudah murah, kami awasi betul bagaimana pedagang menjual lagi ke konsumen. Jadi mereka mencari untung maksimal Rp 5 ribu saja," tegasnya. 

Selain itu, dia melanjutkan, diskopindag juga menerapkan pembatasan pembelian selama pasar murah berlangsung. 

"Untuk kategori warga dibatasi pembelian maksimal 2 kilogram per item. Sementara pedagang dibatasi pembelian 10 kilogram per item," paparnya. 

Untuk menekan inflasi, Eko mengatakan bahwa anggaran yang digelontorkan Rp 2 miliar. 

Dana tersebut berasal dari Belanja Tidak Terduga (BTT). 

Sementara itu, Pj Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengatakan, selain bahan pokok, kebutuhan energi juga dipastikan aman.

Pihaknya telah meminta penambahan stok BBM selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). 

"Setelah peninjauan sebelum Hari Raya Natal, dipastikan perlu penambahan stok bahan pokok, energi dan uang (disiapkan BI) untuk memenuhi kebutuhan wisatawan," tandasnya. (adk/dan)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#sembako murah #Pemkot Malang #Natal dan tahun baru (nataru)